Rio2016, Debby Terhenti di Olimpiade Pertama dan Terakhirnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebutangkis Ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan dan Debby Susanto bertanding melawan ganda campuran Jerman, Michael Fuchs dan Birgit Michels di ajang Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 12 Agustus 2016. REUTERS

    Pebutangkis Ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan dan Debby Susanto bertanding melawan ganda campuran Jerman, Michael Fuchs dan Birgit Michels di ajang Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 12 Agustus 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Babak perempat final menjadi pencapaian maksimal yang bisa dicapai Debby Susanto pada Olimpiade Musim Panas ke-31 di Rio de Janeiro, Brasil, yang mungkin merupakan Olimpiade pertama dan terakhir baginya.

    Debby bersama rekannya, Praveen Jordan, gagal mencapai semifinal nomor ganda campuran pada cabang bulu tangkis di pesta olahraga sejagat itu setelah dikalahkan pasangan Indonesia lainnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Hasil undian untuk babak perempat final membuat dua ganda campuran terbaik Indonesia itu harus "saling bunuh" lebih awal.

    Debby dan Praveen akhirnya kalah setelah berusaha keras mengimbangi pasangan rekan senegara yang peringkat lebih tinggi tersebut.

    "Tidak apalah kalah, saya tetap senang karena yang penting semifinal nanti masih untuk rekan kami juga dari Indonesia," kata gadis kelahiran Palembang 3 Mei 1989 itu, seusai pertandingan perempat final di arena Riocentro, Rio de Janeiro, Senin, 15 Agustus 2016.

    Namun ada kesedihan dalam diri Debby, karena Olimpiade 2016 ini akan menjadi Olimpade pertama dan terakhirnya sehingga sebenarnya ia pun ingin meraih medali untuk melengkapi catatan prestasinya.

    Debby terbilang sebagai pemain yang sudah cukup senior yang masih berkiprah di papan atas perbulu tangkisan dunia.

    Sudah sejak awal tahun 2000-an ia tampil mewakili Indonesia di berbagai arena internasional, sebagai pemain junior, berganti-ganti pasangan hingga akhirnya bersama Praveen, dengan pencapaian terbaik juara All England 2016 dan kini berada di peringkat lima dunia.

    Debby yang dikabarkan dalam waktu dekat akan mengakhiri masa lajangnya itu, mengatakan akan tetap mengikuti sejumlah turnamen internasional, namun tidak mungkin lagi sampai ke Olimpiade 2020.

    Secara perlahan, ia pun harus siap-siap berpisah dengan Praveen Jordan, pasangannya di ganda campuran yang usianya jauh lebih muda.

    Ditanya mengenai kapan akan berpisah dengan Praveen Jordan di ganda campuran, secara berkelakar Debby mengatakan, "Sampai si brondong ini dapat pasangan barunya".

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPnBM Nol Persen, Cara Mudah Hitung Harga Mobil Baru Honda Brio

    Harga baru berlaku setelah penerapan PPnBM Nol Persen mulai Senin, 1 Maret 2021. Diskon terhadap PPnBM ini berlaku pula untuk Honda Brio.