Arena Boling Senilai Rp 60 Miliar Disiapkan buat Asian Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peboling puteri Indonesia Alisha Nabila Larasati berlatih, dan disaksikan oleh beberapa atlet lainnya, Arena Boling, Ancol, Jakarta, 24 Februari 2015. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    Peboling puteri Indonesia Alisha Nabila Larasati berlatih, dan disaksikan oleh beberapa atlet lainnya, Arena Boling, Ancol, Jakarta, 24 Februari 2015. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Sinar Mas Group akan membangun arena boling Asian Games ke-18 tahun 2018 di Palembang dengan biaya mencapai Rp 60 miliar.

    Satuan tugas pembangunan arena boling Asian Games 2018, Judy Liestianto di Palembang, Senin, mengatakan arena boling ini diproyeksikan berada di samping Gedung Bank Sumsel Babel Jakabaring. "Rencananya pada tahun ini akan mulai dibangun karena target selesai Oktober 2017, setelah itu pada Maret 2018 sudah ada ajang tes event," kata Judy.

    Keputusan Rapat Kordinasi Komite (Corcom) ke-4 yang digelar di Bali pada 11 Mei 2016 tidak mengubah hasil Corcom ke-3 pada Januari lalu.

    Corcom ke-4 memutuskan pemindahan tempat pelaksanaan beberapa cabang olahraga yaitu atletik akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno dari semula di Stadion Madya dan cabang olahraga boling dipindahkan ke Palembang.

    Penambahan boling membuat Sumatra Selatan menyelenggarakan 11 cabang olahraga yakni sepak bola untuk babak penyisihan, kano/kayak, bola voli untuk babak penyisihan, dayung, menembak, triatlon, bola basket untuk babak penyisihan, sepak takraw, olahraga panjat tebing, tenis untuk babak penyisihan, dan soft-tenis untuk babak penyisihan.

    Terkait ini, Persatuan Boling Indonesia Provinsi Sumatera Selatan berharap arena boling untuk pertandingan Asian Games ke-18 tahun 2018 segera dibangun di Palembang sehingga dapat dimanfaatkan atlet daerah.

    Ketua Harian Pengurus Provinsi PBI Sumsel Saidina Ali, mengatakan jika pembangunan arena itu segera direalisasikan maka atlet tidak perlu lagi berlatih alakadarnya yakni menggunakan arena milik PT Pertamina di Palembang.

    "Setelah Arena Boling Ramayana resmi ditutup pada 2010, atlet menjadi kesulitan untuk mendapatkan tempat berlatih. Sementara ini berlatih seadanya di Arena Boling Pertamina, sedangkan bagi atlet yang memiliki uang memilih berlatih di Jakarta," kata Saidina.

    Ia mengemukakan, kalangan boling Sumsel sangat menyambut baik keputusan Dewan Olimpiade Asia (OCA) yang memilih Palembang sebagai penyelenggara pertandingan boling.

    "Asian Games ini menjadi momentum boling Sumsel untuk bangkit. Jangan seperti sekarang ini, atlet hanya 12 orang dan enam orang di antaranya ikut PON," kata dia.

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta kalangan boling Sumsel untuk bersabar karena sebentar lagi arena yang diimpikan akan dibangun di Palembang.

    "Semula akan dibangun di Palembang Icon Mal, namun belakangan pemilik menyatakan tidak sanggup jika harus selesai pada enam bulan sebelum Asian Games. Jadi rencananya akan dialihkan ke Kompleks Olahraga Jakabaring dengan menggandeng pihak swasta," kata Alex.


    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?