'Si Ratu Sprint Baru' Elaine Thompson Kembali Rebut Emas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elaine Thompson, pelari Jamaika peraih medali emas nomor 100 meter putri di Olimpiade 2016.(Reuters)

    Elaine Thompson, pelari Jamaika peraih medali emas nomor 100 meter putri di Olimpiade 2016.(Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelari Jamaika Elaine Thompson memastikan diri merebut emas ganda nomor sprint atletik Olimpiade, Rabu malam waktu Brasil, setelah menjuarai nomor 200 meter putri dengan mencatat waktu terbaik 21,78 detik.

    Pelari usia 24 tahun yang sebelumnya menjuarai nomor 100 meter putri mengalahkan favorit Dafne Schippers dari Belanda yang mencatat waktu tercepat musim ini. Dominannya Thompson memastikan berlanjutnya dominasi Jamaika pada nomor paling bergengsi atletik ini dan membuatnya menjadi wanita pertama yang memenangkan dua medali emas nomor sprint sejak pelari Amerika Serikat Florence Griffith Joyner melakukannya pada 1988.

    "Moto sekolah saya adalah 'biarkan cahaya bersinar' dan saya membiarkan cahara bersinar malam ini," kata Thompson kepada wartawan. "Ini kejutan besar bagi saya karena saya mengalami cedera hamstring. Anda harus mengatasi hal itu dan malam ini saya berdiri di sini dengan emas. Mengalahkan Dafne adalah sulit."

    Schippers finis pada urutan kedua dengan waktu 21,88 detik yang membuatnya menjadi wanita pertama di luar Jamaika atau Amerika Serikat yang memenangkan medali pada nomor 200 meter sejak 2004. Tetapi tetap saja dia tidak puas.

    "Saya tidak bahagia dengan mendapatkan perak," kata Schippers yang menjadi juara dunia nomor 200 meter putri ini seperti dikutip Reuters.

    Untuk urutan ketiga, pelari Amerika Serikat Tori Bowie yang memenangkan medali perak pada nomor 100 meter putri, akhirnya harus puas dengan medali perunggu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.