Dapat Tunjangan Hari Tua, Susi Susanti Puji Menpora  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Susanti. TEMPO/Arif Fadillah

    Susi Susanti. TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Jakarta - Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 di cabang bulu tangkis tunggal wanita, Susi Susanti, mengapresiasi langkah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberi jaminan bagi para mantan atlet yang pernah berprestasi di Olimpiade. Menurut dia, hal itu merupakan langkah konkret dalam mensejahterakan para atlet.

    "Dari pemerintah sebelumnya tak ada (apresiasi), tapi saat ini Pak Menpora, kami sudah diberikan tunjangan hari tua (THT) untuk setahun ini," kata Susi saat dihubungi Tempo, Jumat, 19 Agustus 2016.

    Susi mengatakan, dari kebijakan Menpora itu, para atlet yang pernah meraih medali dalam Olimpiade masing-masing mendapatkan Rp 20 juta per bulan bagi peraih emas, Rp 15 juta per bulan bagi peraih perak, dan Rp 10 juta per bulan bagi peraih perunggu.

    Tunjangan ini dijanjikan akan terus diberikan seumur hidup atlet. Namun Susi menyimpan sedikit kegelisahan jika terjadi pergantian kembali kursi menteri saat ini dan kebijakan kembali berubah. "Karena itu, Pak Imam mengatakan sedang mengusahakan (kebijakan) ini agar menjadi undang-undang. Biar ada dasar hukumnya," kata dia.

    Susi mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Menpora ini. Ia mengatakan, dulu, apresiasi dari pemerintah tidak sebesar ini. Susi mengatakan hanya mendapatkan ucapan terima kasih dan piagam saja atas prestasi-prestasi yang diraihnya.

    Hal tersebut sangat jomplang dengan hadiah Rp 5 miliar yang dijanjikan Imam kepada pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir setelah meraih emas dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Susi menilai langkah Menpora itu bisa membawa semangat positif bagi perkembangan dunia olah raga Indonesia.

    "Adanya apresiasi ini membawa dampak luar biasa. Promosi menjadi atlet ya dari situ," kata Susi.

    Dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Indonesia saat ini berhasil mengumpulkan tiga medali. Satu emas disumbangkan oleh pasangan ganda campuran bulu tangkis Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir, sedangkan dua perak diraih oleh dua atlet angkat besi, yakni Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni.

    Imam menjanjikan bonus bagi para peraih medali. Senilai Rp 5 miliar bagi peraih emas dan Rp 1 miliar bagi peraih perak.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.