Tim Tenis Meja Tempo Hadapi Kementerian Keuangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim tenis meja Tempo (baju hitam) dan tim Kementerian Keuangan berhadapan dalam turnamen yang diselenggarakan Universitas Terbuka dan Tempo Inti Media di Universitas Terbuka Convention Centre, Pamulang, 20 Agustus 2016. (Tempo/Muhammad Kurnianto)

    Tim tenis meja Tempo (baju hitam) dan tim Kementerian Keuangan berhadapan dalam turnamen yang diselenggarakan Universitas Terbuka dan Tempo Inti Media di Universitas Terbuka Convention Centre, Pamulang, 20 Agustus 2016. (Tempo/Muhammad Kurnianto)

    TEMPO.CO, Pamulang - Tempo Media Group menurunkan tim tenis meja terbaiknya dalam turnamen tenis meja yang berlangsung di Universitas Terbuka Convention Centre.

    "PT Tempo Media Group, yang bermain Arul, Bayu, Inan, dan Nadhi, melawan Kementerian Keuangan B yang menurunkan Lyly, Mustakim, Roy, dan Bryan. Nanti saya tidak main karena kurang fit," kata Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis Tempo Media Group, Toriq Hadad, Sabtu, 20 Agustus 2016. Tempo juga bertindak sebagai penyelenggara turnamen ini.

    Menurut Toriq, pertandingan Tempo melawan tim Kementerian Keuangan B ini akan imbang karena kedua tim sama kuatnya. "Nanti Arul sama Bayu yang kuat, single kedua Inan dari Temprint yang akan turun karena saya lagi kurang fit. Di atas kertas, bisa 2-1 untuk keunggulan Tempo," ujarnya.

    Toriq juga mengatakan Tim Tempo sifatnya hanya melengkapi divisi korporat dalam turnamen ini. "Ada empat tim unggulan di divisi korporat. Mereka bermain bagus-bagus," kata dia.

    Turnamen tenis meja ini merupakan kerja sama Tempo dengan Universitas Terbuka dan digelar dalam rangka memeriahkan dies natalis Universitas Terbuka ke-32. Turnamen ini sudah keempat kalinya digelar. Selain kategori korporat, turnamen ini mempertandingkan peserta dari kategori umum dan pelajar.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.