Tontowi Dapat Bonus Rp 6 M, Ayahnya: Owi Pandai Kelola Uang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegembiraan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir saat berada di podium saat akan mendapatkan medali emas setelah mengalahkan lawannya asal Malaysia Peng Soon Chan dan Liu Ying Goh 21-14 21-12 pada final bulutangkis di  Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, 18 Agustus 2016. AP/Kin Cheung

    Kegembiraan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir saat berada di podium saat akan mendapatkan medali emas setelah mengalahkan lawannya asal Malaysia Peng Soon Chan dan Liu Ying Goh 21-14 21-12 pada final bulutangkis di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, 18 Agustus 2016. AP/Kin Cheung

    TEMPO.COJakarta - Orang tua Tontowi Ahmad, M. Husni Muzaitun, menyatakan anaknya pandai mengelola uang sehingga ia tidak khawatir ketika Tontowi nantinya menerima bonus total Rp 6 miliar dari pemerintah dan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). 

    Bonus itu datang sebagai ganjaran atas keberhasilan Tontowi meraih medali emas bulu tangkis ganda campuran Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bersama Liliyana Natsir. 

    "Owi (panggilan Tontowi) sudah pandai mengelola uang," kata Husni di sela penyambutan pahlawan olahraga Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 23 Agustus 2016.

    Selain dari pemerintah dan PP PBSI, Tontowi ada kemungkinan akan diguyur bonus uang dari klub yang membinanya, Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum. 

    Husni mengatakan rasa optimistis yang ia miliki bukan tanpa alasan. Sejak kecil, Owi telah mengenal cara mengelola keuangan. Hal ini didukung keluarga yang selama ini berkecimpung sebagai wiraswasta. 

    "Ayahnya wiraswasta. Mungkin dia akan mengikuti. Yang jelas, saya bangga akan pencapaian Owi di Olimpiade 2016," tuturnya.

    ANTARA | GADI MAKITAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.