Julius Mbugua, Atlet Kenya Raih Gelar Juara Bali Marathon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet maraton profesional asal Kenya, Julius Kangethe Mbugua, berhasil menjadi juara Full Marathon Open Category dalam ajang Maybank Bali Marathon 2016. dengan catatan waktu 02:29: 46. Gianyar. Bali. Minggu 28 Agustus 2016.

    Atlet maraton profesional asal Kenya, Julius Kangethe Mbugua, berhasil menjadi juara Full Marathon Open Category dalam ajang Maybank Bali Marathon 2016. dengan catatan waktu 02:29: 46. Gianyar. Bali. Minggu 28 Agustus 2016.

    TEMPO.CO, Gianyar - Atlet maraton profesional asal Kenya, Julius Kangethe Mbugua, berhasil melewati garis finish dengan catatan waktu 02:29: 46. Atlet bernomor punggung 419 itu berhasil menjadi juara Full Marathon Open Category dalam ajang Maybank Bali Marathon. Dia mendapat hadiah sejumlah Rp.178 juta.

    Mbugua menempuh 42 kilometer rute perlombaan yakni jalur pedesaan di Kabupaten Gianyar dengan medan yang cukup menantang. "Saya bangga dengan prestasi ini. Lari adalah hidup saya," kata dia saat jumpa media di Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Minggu, 28 Agustus 2016.

    Peserta asal Kenya selanjutnya yang menyusul Mbugua adalah Kiprop Tonui (peringkat 2) dan Charles Kipsang (peringkat 3). Tonui mendapatkan hadiah sejumlah Rp.128 juta dan Kipsang berhasil menerima hadiah Rp.82.500.000.

    Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, Esti Nugraheni, menjelaskan perlombaan marathon internasional ini mengusung tema 'Run Find Yourself'. Dia mengatakan total hadiah yang disediakan sejumlah Rp. 2 Miliar bagi 88 pemenang dari berbagai kategori.

    Dia menambahkan Maybank Bali Marathon 2016 diikuti pelari dari 42 negara. Peserta terbanyak dari tuan rumah Indonesia," kata dia. Esti menambahkan secara keseluruhan, peserta event marathon tahun ini sudah meningkat secara signifikan.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.