Cabor Sea Game 2017 yang akan Diikuti Diputuskan Usai PON

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyampaikan keterangan terkait pencabutan pembekuan PSSI di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, 11 Mei 2016. Dalam keterangannya Menpora telah menandatangani surat pencabutan SK No. 01307 Tahun 2015 tentang sanksi terhadap PSSI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyampaikan keterangan terkait pencabutan pembekuan PSSI di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, 11 Mei 2016. Dalam keterangannya Menpora telah menandatangani surat pencabutan SK No. 01307 Tahun 2015 tentang sanksi terhadap PSSI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan memutuskan cabang-cabang olahraga yang akan diikuti Indonesia dalam SEA Games 2017 di Malaysia, setelah perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat pada 17-29 September.

    "Kami akan meninjau nanti mana cabang-cabang olahraga yang masuk Olimpiade. Cabang-cabang olahraga itulah yang akan kami kirim. Kami sampaikan sekarang agar kita tidak lagi menempatkan SEA Games sebagai alat ukur prestasi di kawasan ASEAN," kata Menpora Imam Nahrawi selepas Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Kamis.

    Menpora, dalam rapat itu, menyebut SEA Games di Malaysia tidak menjadi prioritas utama prestasi olahraga nasional pada 2017, tapi sebagai penjenjangan kompetisi menuju Olimpiade Tokyo 2020.

    "Kami akan fokus penjenjangan kompetisi, anggaran, dan regulasi yang beroreintasi Olimpiade," kata Menpora yang menyebut akan melakukan sosialisasi kepada pengurus cabang-cabang olahraga non-Olimpiade.

    Cabang-cabang olahraga non-Olimpiade, lanjut Menpora, masih dapat berkompetisi dalam kejuaraan-kejuaraan tunggal, selain kejuaraan tingkat pelajar dan mahasiswa.

    "Kita tidak lagi menargetkan medali dalam SEA Games. Kompetisi SEA Games akan menjadi uji coba bagi Indonesia menuju Asian Games 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020," ujar Menpora.

    Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Gatot S Dewa Broto mengatakan pembatasan cabang-cabang olahraga yang akan mengikuti SEA Games 2017 berawal dari kegagalan Komite Olimpiade Indonesia untuk memperjuangkan 13 cabang olahraga andalan Merah-Putih.

    "Komposisi cabang-cabang olahraga yang dikirim Indonesia dalam SEA Games 2015 di Singapura terlalu gemuk. Tidak semua cabang olahraga itu mampu menyumbang medali emas. Kemenpora dan Satlak Prima sepakat akan mengirim kontingen dengan postur yang lebih ramping dan berorientasi medali emas," tutur Gatot.

    Kemenpora dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), menurut Gatot, akan menentukan peringkat prestasi cabang-cabang olahraga merujuk pada sistem kualifikasi menuju Olimpiade ataupun Asian Games.

    "Penentuan cabang-cabang olahraga yang akan ikut SEA Games 2017 setelah PON 2016. Tapi, kami mulai membahas itu bersama Satlak Prima serta menyampaikan hasil pembahasan kepada KONI karena cabang-cabang olahraga itu menginduk ke KONI," ucap Gatot.

    Rapat Dengar Pendapat Komisi X dengan Kemenpora antara lain membahas Pagu Anggaran Kemenpora dalam RAPBN 2017 lebih dari Rp2,750 triliun. Pagu itu diklasifikasikan berdasarkan tiga fungsi yaitu fungsi pelayanan umum sebesar Rp292,900 miliar, fungsi pendidikan sebesar Rp1.095,700 miliar, dan fungsi pariwisata sebesar Rp1.361,527 miliar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.