Mie Koclok, Mie Kuah Santan Khas Cirebon

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selepas nonton pertandingan seru, puaskan lidah dan perut dengan menyantap mie berkuah santan ini.

    Selepas nonton pertandingan seru, puaskan lidah dan perut dengan menyantap mie berkuah santan ini.

    INFO PON - Ada mie kocok, ada pula mie koclok. Kira-kira apa perbedaannya, ya?

    Yang pertama bisa jadi lebih popular dari mie yang satunya, yakni jajanan berupa mie kuning rebus yang disajikan bersama kuah kaldu sapi dan potongan kikil atau kaki sapi. Jajanan ini banyak kita temukan di Kota Bandung.

    Nah, kalau mie koclok ini agak unik. Kuahnya putih kental karena terbuat dari santan. Rasanya gurih, pedas, dan sedikit asin. Isiannya hampir sama dengan sajian mie rebus Nusantara lainnya, yakni mie kuning, irisan kol, tauge segar, suwiran daging ayam, serta taburan daun bawang dan bawang goreng. Pelengkapnya, potongan telur ayam rebus.

    Dua cabang olahraga dalam PON XIX/2016 nanti akan digelar di Kota Cirebon, yakni tenis meja dan anggar. Asyik juga selepas nonton pertandingan-pertandingan seru nanti, kita memuaskan lidah dan perut dengan menyantap mie berkuah santan ini.

    Dari sekian banyak warung penjual mie koclok, ada satu tempatyang paling sering disebut, yakni Mie Koclok Panjunan. Warungmie ini terletak di Jl. Pekarungan No. 104, Panjunan, Cirebon, sekitar 7 kilometer ke arah timur laut dari Stadion Bima. Masjid Merah Panjunan juga bisa dipakai sebagai patokan untuk mencari warung mie ini.

    Warung yang buka sejak pukul tiga sore hingga sembilan malami ni selalu dipadati penikmat kuliner. Menempati bangunan tua, warung ini dilengkapi dengan gerobak tempat meracik mie dan spanduk bertuliskan “Special Mie Koclok Panjunan Cirebon”.

    Warung ini berdiri sejak 1959 dan merupakan usaha keluarga Arab-Cirebon yang turun-temurun. Pengelolanya merupakan generasi ketiga. Panjunan memang menjadi kawasan pemukiman masyarakat keturunan Arab sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Resep dari Arab yang berasimililasi dengan lidah lokal inilah yang menjadi ciri khas Mie Koclok Panjunan dan terus dipertahankan.

    Demi menikmati seporsi mie lezat ini, orang rela antre karena jarang sekali warung ini sepi pembeli. Harganya cukup terjangkau, sekitar 15 ribu seporsi.

    Sebetulnya, ada warung mie koclok lain yang cukup terkenal di Cirebon. Usianya bahkan lebih tua lagi dari Mie KoclokPanjunan. Yakni Mie Koclok Mas Edy. Sama seperti Panjunan, usaha mie koclok ini juga dikerjakan turun-temurun sejak 1945.

    Mie koclok di warung ini dibuat menjadi akronim dari ”Mie Khasnya Orang Cirebon yang Lebih OKey”. Sang pemilik, Pak Edy, memang humoris dan bersahabat. Dialah yang memasang nama mie koclok dan kepanjangannya ini sebagai slogan dispanduk warungnya.

    Meski banyak warung mie koclok baru yang bermunculan di Cirebon, Pak Edy tak pernah khawatir kehilangan pembeli. ”Saya tidak pernah mengutak-utik resep mie koclok yang telah turun-temurun digunakan keluarga. Pelanggan pasti tahu bedanya,” katanya. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.