Eko Yuli Dapat Bonus Rp 500 Juta dari Gubernur Jawa Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eko Yuli Irawan, berhasil mengangkat beban saat bertandingan dalam kelas 62kg angkat besi Olimpiade Rio di Riocentro, Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. Eko Yuli Irawan menyumbangkan medali perak kedua untuk Indonesia di Olimpiade Rio De Janeiro dari cabang olahraga angkat besi 62 KG. REUTERS/Yves Herman

    Eko Yuli Irawan, berhasil mengangkat beban saat bertandingan dalam kelas 62kg angkat besi Olimpiade Rio di Riocentro, Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. Eko Yuli Irawan menyumbangkan medali perak kedua untuk Indonesia di Olimpiade Rio De Janeiro dari cabang olahraga angkat besi 62 KG. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Surabaya - Atlet angkat besi peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro, Eko Yuli Irawan, mendapat bonus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Eko mendapat uang sebesar Rp 500 juta.

    "Saya sangat mengapresiasi prestasi Eko," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo seusai penyerahan bonus itu, Kamis, 8 September 2016.

    Soekarwo menjelaskan, pemerintah Jawa Timur akan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada atlet berprestasi. Menurut dia, Jawa Timur akan serius memikirkan nasib atlet berprestasi.

    "Kami akan sangat menghargai prestasi atlet asal Jawa Timur," tuturnya.

    Bonus seperti yang diterima Eko, menurut Soekarwo, harus menjadi motivasi bagi atlet lain untuk berprestasi. Dia berharap atlet Jawa Timur lain bisa mencontoh Eko dengan berlatih keras.

    "Atlet bawa nama baik daerahnya jadi perlu diapresiasi," katanya.

    Eko akan membela kontingen Jawa Timur pada PON XIX Jawa Barat, 17-29 September 2016. Setelah membela Indonesia dalam Olimpiade Rio, Eko hanya beristirahat sebentar untuk pemulihan tenaga, selanjutnya langsung berlatih untuk PON.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.