Hari Olahraga Nasional, 1.000 Anak Juggling Cetak Rekor MURI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan pada Pameran otomotif berskala internasional, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, 11 Agustus 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan pada Pameran otomotif berskala internasional, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, 11 Agustus 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2016 yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat malam, 9 September 2016, diwarnai dengan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) 1.000 anak juggling bola bersama.

    Aksi menimang bola di kaki itu diikuti anak umur 10-20 tahun dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sambil diiringi musik, mereka menimang-nimang bola di kaki tanpa berhenti di lapangan. Aksi itu memecahkan rekor juggling sebelumnya yang hanya diikuti 600 anak.

    Selain diwarnai pemecahan rekor MURI, peringatan puncak Haornas 2016 juga menampilkan tari kolosal dan pemberian penghargaan kepada sepuluh atlet dan tokoh masyarakat yang peduli olahraga. Sebelumnya juga digelar pertandingan final sepak bola Liga Pelajar U-16 antara Persebaya dan Persib.

    Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Hadir pula sejumlah atlet peraih medali Olimpiade Rio de Janeiro dan pembalap F1, Rio Hariyanto.

    Kalla dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua atlet, pelatih, dan pengurus yang telah mempersembahkan prestasi bagi rakyat Indonesia. Dia juga meminta peringatan Haornas 2016 ini dijadikan momen evaluasi atas apa yang sudah dan belum dicapai. "Sekaligus momen untuk merenung dan bersyukur," katanya.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan telah membuat kebijakan strategis untuk mendorong para atlet berprestasi di kancah dunia. Salah satunya menyiapkan olympic center sebagai kawah candradimuka atlet. "Kami mendorong para atlet agar menggunakan Olimpiade sebagai puncak prestasinya," ujarnya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.