Juara AS Terbuka, Wawrinka Rebut Tiket ATP World Tour Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Swiss, Stan Wawrinka mengangkat pialanya setelah berhasil mengalahkan Novak Djokovic pada pertandingan final US Open di New York, 11 September 2016. Wawrinka mengalahkan Djokovic dengan 6-7(1) 6-4 7-5 6-3 . AP/Darron Cummings

    Petenis asal Swiss, Stan Wawrinka mengangkat pialanya setelah berhasil mengalahkan Novak Djokovic pada pertandingan final US Open di New York, 11 September 2016. Wawrinka mengalahkan Djokovic dengan 6-7(1) 6-4 7-5 6-3 . AP/Darron Cummings

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemenangan mengejutkan Stan Wawrinka atas petenis nomor satu dunia Novak Djokovic pada final turnamen AS Terbuka, Minggu, memastikan petenis asal Swiss itu sebuah tempat pada turnamen ATP World Tour Final di London akhir tahun ini.

    Juara Australia Terbuka dan Prancis Terbuka Djokovic, juara Wimbledon Andy Murray, dan Wawrinka menjadi tiga pemain pertama yang memastikan tempatnya pada turnamen penutup musim yang akan digelar di O2 Arena itu.

    Wawrinka (31 tahun) merebut gelar Grand Slam ketiganya dengan mengalahkan Djokovic dalam pertandingan emmpat set, menambahi gelar Australia Terbuka pada 2014 dan Prancis Terbuka pada 2015.

    Ini akan menjadi penampilan keempatnya pada Tour Finals, di mana dia akan membidik hasil lebih baik dari semifinal seperti pada tiga turnamen sebelumnya.

    "Pada permulaan musim ini, selalu menjadi tujuan saya untuk berada di delapan besar dan lolos ke London," kata Wawrinka.

    "Luar biasa dapat mengamankan tempat sekali lagi tahun ini setelah dua pekan yang fantastik di New York. Saya sudah tidak sabar utuk kembali ke The O2. Saya suka bermain di sana.

    Wawrinka sudah memenangi empat gelar tahun ini dengan memenangi gelar di Chennai, Dubai, dan Jenewa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.