Kemenpora Lirik Stadion Patriot untuk Asian Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jabar, 1 September 2016. Stadion Patriot Candrabhaga dengan kapasitas 30 ribu penonton itu menjadi tempat pertandingan sepak bola pada PON XIX Jabar 2016. ANTARA FOTO

    Suasana Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jabar, 1 September 2016. Stadion Patriot Candrabhaga dengan kapasitas 30 ribu penonton itu menjadi tempat pertandingan sepak bola pada PON XIX Jabar 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Beksi Rahmat Effendi menyambut baik wacana pemanfaatan Stadion Patriot Chandrabaga di wilayahnya sebagai venue sepakbola untuk ajang ASEAN Games XVIII 2018.

    "Saya baru saja bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, beliau takjub dengan stadion Kota Bekasi dan berniat menjadikannya sebagai venue untuk ASEAN Games," katanya di Bekasi, Kamis.

    Menurut dia, Kemenpora telah melakukan pengamatan terhadap hasil pembangunan Stadion Patriot Chandrabaga di Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan yang pembangunan fisiknya baru saja selesai dilaksanakan.

    Stadion seharga Rp400 miliar itu memiliki sejumlah fasilitas berstandar internasional dengan kapasitas kursi penonton bisa menampung hingga 39 ribu orang.

    Untuk kali pertama, Stadion Patriot Chandrabaga dimanfaatkan untuk venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 mulai 14-26 September.

    "Pak Menpora sempat takjub dengan hasil pembangunan stadion kita dan berniat memanfaatkannya untuk vanue sepakbola ASEAN Games sebagai lokasi alternatif Stadion Gelora Bung Karno Jakarta," katanya.

    Menurut Rahmat, Kemenpora akan mempertimbangkan pemanfaatan Stadion Patriot Chandrabaga bilamana situasi Stadion GBK tidak memungkinkan untuk digunakan.

    "Sebab kalau di GBK saat ini saja sudah sangat padat. Kalau tidak dilakukan perluasan, venue sepakbola ASEAN Games bisa dialihkan ke Kota Bekasi," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.