Ikut Sepak Bola Tarkam, Tiga WNA Terancam Dideportasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepak bola. Benevolat.org

    Ilustrasi sepak bola. Benevolat.org

    TEMPO.COJakarta - Tiga warga negara asing (WNA) yang mengaku berprofesi sebagai pemain sepak bola ditahan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang. Mereka, yang berasal dari Sierra Leone, Afrika Barat, ditangkap setelah bermain sepak bola antarkampung (tarkam) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 14 September 2016.

    Tiga WNA tersebut adalah Brima Pepito, Ayodele King, dan Mohammed Kargdo. Mereka ditangkap lantaran diduga menyalahi izin tinggal. Menurut Ardi, visa yang dimiliki ketiganya hanya visa kunjungan. “Mereka punya paspor dan visa. Tapi visanya bukan untuk bekerja, melainkan untuk kunjungan,” kata Kepala Seksi Informasi Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang Prihatno Juniardi.

    Menurut Prihatno, penangkapan ketiga WNA tersebut berawal dari laporan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda). Saat itu, ketiganya sedang disewa salah satu klub sepak bola di Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan, saat ini ketiganya ditahan di sel Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang.

    “Kami dalami lagi perihal keberadaan mereka serta izin-izin mereka melakukan kegiatan tersebut. Ada paspor dan visanya. Cuma sedang didalami kegiatan mereka, sesuai dengan izin atau tidak,” ujarnya.

    Kepala Subseksi Informasi dan Sarana Komunikasi Kantor Imigrasi Pemalang Arohim Yudi mengatakan WNA itu dijerat dengan Pasal 122 Undang-Undang Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011. Berdasarkan pasal tersebut, ketiganya terancam dideportasi dan hukuman maksimal 5 tahun penjara. “Kami masih dalami dulu. Menurut informasi, sekali main mereka dibayar Rp 1,5 juta per orang” katanya.

    Salah satu WNA, Brima Pepito, mengaku sudah lama tinggal di Indonesia. Dia mengaku pernah bermain di klub Persikabo Bogor. Terkait dengan kedatangannya ke Pekalongan, Pepito mengatakan ia hanya memenuhi panggilan salah satu klub sepak bola kampung di Pekalongan. “Ini sekadar support saja,” tuturnya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

    Baca Juga:
    "Bila Guardiola Latih Man United, Rooney Pasti Sudah Didrop" 
    Chelsea Singkirkan Leicester, Fabregas Bungkam Pengkritik 
    Guardiola ke Yaya Toure: Minta Maaf Dulu, Baru Boleh Main
    Manchester United Hadapi Northampton, Rooney Digusur?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.