PON 2016, Fitriani Sukses Persembahkan Emas bagi DKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Fitriani mengembalikan kok ke arah lawannya pebulutangkis tunggal putri Bulgaria Petya Nedelcheva pada pertandingan penyisihan Grup C Piala Uber 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, 15 Mei 2016. ANTARA FOTO

    Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Fitriani mengembalikan kok ke arah lawannya pebulutangkis tunggal putri Bulgaria Petya Nedelcheva pada pertandingan penyisihan Grup C Piala Uber 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, 15 Mei 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis Fitriani sukses mempersembahkan emas pertama untuk DKI Jakarta di cabang olahraga bulu tangkis Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/Jabar 2016 setelah memenangi partai final nomor perorangan tunggal putri di GOR Bima, Cirebon, Jawa Barat, Rabu.

    Fitriani yang berstatus sebagai unggulan pertama berhasil mempecundangi andalan tuan rumah Jawa Barat sekaligus unggulan kedua, Hanna Ramadini, 24-22, 21-12.

    Hanna akhirnya harus puas membawa pulang medali perak. Sementara itu medali perunggu diberikan kepada wakil Jawa Tengah Dinar Diah Ayustine dan wakil Jabar Gregoria Mariska Tunjung.

    Laga game pertama dimulai dengan ketat memaksa kedua atlet saling kejar kedudukan hingga skor 6-6, sebelum Fitriani meraih keunggulan 11-6 saat turun minum. Namun, skor kembali sengit saat sebuah reli panjang dimenangi Hanna untuk menyamakan kedudukan 12-12.

    Hanna bahkan berbalik meraih keunggulan dan satu poin di ambang angka game pertama 20-15, namun yang terjadi justru Fitriani dengan sabar merangsek poin demi poin untuk menyamakan kedudukan 20-20 dan setelah melewati tiga kali deuce posisi Hanna kian terdesak dan dua kali kegagalannya mengembalikan bola membuat ia kehilangan angka game pertama 22-24.

    Memasuki game kedua, keberhasilan membalikkan keadaan memberikan kepercayaan diri lebih bagi Fitriani yang tampil tenang ketika memukul bola namun berteriak melengking tiap memperoleh poin. Ia unggul cepat 11-8.

    Teriakan dukungan terhadap Hanna dari penonton yang memadati GOR Bima, rupanya tak cukup mengusir ketegangan dan tekanan yang dideranya, hingga Fitriani melenggang mudah memenangi game kedua 21-12.

    "Fitri berusaha buat enggak kalah di game pertama, karena kalau kalah di game pertama Kak Hanna bisa timbul semangatnya. Karena Fitri bisa menyusul dia juga semangatnya agak sedikit berkurang, makanya Fitri berusaha keras supaya bisa menyusul ketetinggalan," kata Fitriani selepas pertandingan.

    Dengan kemenangan tersebut, Fitriani mencatatkan rekor sapu bersih tak terkalahkan di 10 pertandingan yang dilakoninya di PON 2016, baik di nomor beregu maupun perorangan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.