Kontingen PON NTT Dapat Rumah dan Bonus Miliaran Rupiah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PON 2016 Jawa Barat. wikiepdia.org

    Logo PON 2016 Jawa Barat. wikiepdia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT, harus menyiapkan 46 unit rumah type 36 dan uang tunai sebesar Rp2,5 miliar lebih, untuk bonus para atlet yang meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat.

    Dana sebesar itu, sudah termasuk untuk para pelatih yang memperoleh bonus 50 persen dari besaran bonus atlet, kata Sekretaris KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur Lambet Tukan kepada Antara di Kupang, Jumat.

    "Kami sudah selesai melakukan penghitungan. Dana yang harus disiapkan untuk pembayaran bonus atlet dan pelatih," katanya

    Rinciannya, kata dia, bonus untuk atlet peraih medali emas sebesar Rp700 juta atau masing-masing atlet peraih medali emas mendapat bonus Rp100 juta.

    Untuk bonus atlet peraih medali perak sebesar Rp525 juta dan perunggu Rp450 juta.

    Sementara bonus untuk pelatih peraih medali emas sebesar Rp350 juta, perak Rp262 juta perunggu Rp225 juta dengan jumlah Rp837 juta lebih.

    "Jadi total bonus untuk atlet dan pelatih yang harus disiapkan pemerintah adalah sebesar Rp2.512.500.000," katanya.

    Dia menambahkan, para atlet yang menerima bonus itu terdiri dari cabang olahraga kempo 23 atlet, criket 14 atlet, tinju lima atlet, taekwondo dua atlet, tarung drajat satu atlet dan cabang olahraga atletik satu atlet.

    Dalam PON Jabar 2016, kontingen NTT yang dikomandani Andreh Koreh berhasil membawa pulang tujuh medali emas, tujuh perah dan sembilan medali perunggu untuk dipersembahkan kepada pemerintah dan rakyat NTT.

    Lambert Tukan mengatakan sudah melaporkan kepada Gubernur NTT Frans Lebu Raya terkait bonus yang harus disiapkan pemerintah NTT.

    "Saya baru saja selesai melapor. Pada prinsipnya, pemerintah siap untuk memberikan bonus untuk para atlet," kata Lambert Tukan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.