Habiskan Rp 1,2 Triliun, Stadion Balikpapan Rampung 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Persiba Balikpapan

    Stadion Persiba Balikpapan

    TEMPO.CO, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memastikan pembangunan stadion rampung Juli 2017 mendatang. Pembangunan stadion senilai Rp 1,2 triliun sudah mencapai 90 persen dengan pemasangan atap stadion.

    “Oktober ini masuk tahap pemasangan atap stadion,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Tara Alorante, Rabu 5 Oktober 2016.

    Bersamaan waktunya, Tara menyebutkan penuntasan infrastruktur stadion lainnya seperti lampu pertandingan, drainasi hingga kursi penonton. Tahap selanjutnya adalah pemasangan rumput pertandingan yang dijadwalkan mulai bulan Desember mendatang.
    “Pemasangan kursi penonton juga sudah 50 persen, nanti kita akan selesaikan. Jadi diperkirakan Juli 2017 sudah bisa digunakan,” ujarnya.

    Tara menegaskan pembangunan stadion ini mendapatkan prioritas agar tuntas sesuai jadwal sudah direncanakan. Kekurangan anggaran sebesar Rp 100 miliar, menurutnya bukan menjadi kendala menyusul adanya komitmen dari kontraktor.

    “Tapi sisa Rp 70 miliar lagi nanti akan dibayarkan pada 2017,” paparnya.
    Pemerintah kota Balikpapan menjadwalkan pembangunan stadion kapasitas 40 ribu penonton ini mampu direalisasikan pada akhir tahun 2016 ini. Stadion ini disebut-sebut mirip kandang tim papan atas Liga Inggris, Arsenal.

    Stadion ini nantinya menjadi kandang Persiba Balikpapan yang tergusur proyek pengembangan kilang kilang PT Pertamina (Persero). Tim Persiba saat ini masih dipusingkan stadion kandang dalam keikutsertaan Liga Super Indonesia mendatang.
    Opsinya adalah perpanjangan pinjam Stadion Parikesit Pertamina, Stadion Benuo Taka Penajam Paser Utara dan Sultan Agung Bantul Jogyakarta.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.