Atlet PON 2016 dari Mataram Terima Bonus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet anggar Jabar Idon Jaya Wiguna (kanan) bertanding melawan atlet anggar Sumsel Ricky Dhisulimah (kiri) dalam final nomor sabre perorangan putra PON XIX di Hotel Harris, Bandung, Jabar, 23 September 2016. ANTARA FOTO

    Atlet anggar Jabar Idon Jaya Wiguna (kanan) bertanding melawan atlet anggar Sumsel Ricky Dhisulimah (kiri) dalam final nomor sabre perorangan putra PON XIX di Hotel Harris, Bandung, Jabar, 23 September 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COMataram - Delapan orang atlet dan tiga kelompok pelatih asal Kota Mataram yang berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat, September 2016, mendapatkan bonus uang keseluruhan sebesar Rp 223 juta dari Pemerintah Kota Mataram.

    Atlet cabang olahraga (cabor) sepeda BMX, yang memperoleh medali perak, menerima bonus Rp 25 juta, sedangkan dari atletik, menembak, sepeda BMX dan sejumlah cabor lain, yang meraih medali perunggu, diberikan bonus Rp 15 juta.

    Sekretaris KONI Kota Mataram Mansur menyebutkan, bonus untuk pelatih atlet Mataram Rp 15 juta per orang, dan pelatih asal Mataram tapi atletnya dari kabupaten lain mendapatkan Rp 2,5 juta. Adapun pelatih atlet cabor eksibisi arung jeram dan muay thai diberikan bonus Rp 3 juta. “Walaupun pelatihnya untuk atlet kabupaten lain, juga diberikan bonus,” katanya kepada Tempo, Senin pagi, 10 Oktober 2016. 

    Sebelumnya, Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah maksimal meraih medali. Selaku Ketua KONI Kota Mataram, Mohan menyampaikan terima kasih atas upaya para atlet dan pelatih dalam mengharumkan nama daerah di ajang olahraga multievent sekelas PON XIX/2016. 

    Menurut dia, hasil prestasi PON Jawa Barat dibandingkan dengan PON sebelumnya di Pekanbaru tidaklah mengecewakan. "Karena terdapat peningkatan dari sisi peroleh medali secara keseluruhan,” ujar Mohan.

    Ia juga mengapresiasi olahraga muay thai dan rafting yang telah berhasil mempersembahkan medali, sehingga menjadi motivasi yang baik untuk meningkatkan prestasi pada tahun-tahun yang akan datang.

    Kemudian, ia meminta maaf karena tidak dapat hadir secara langsung memberikan dukungan di setiap lokasi pertandingan cabang olahraga. Meski demikian, dia merasa puas meski secara target lima belas medali emas Nusa Tenggara Barat tidak dapat dipenuhi.

    Adapun KONI Mataram akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Kota Mataram yang digelar pada 10-25 November 2016.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.