Juara di Cina, Murray Ancam Posisi Djokovic  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Andy Murray memeluk piala yang diraihnya usai menjuarai Final Tenis Wimbledon dihadapan seluruh penonton di London, Inggris, 10 Juli 2016. REUTERS

    Petenis Andy Murray memeluk piala yang diraihnya usai menjuarai Final Tenis Wimbledon dihadapan seluruh penonton di London, Inggris, 10 Juli 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Andy Murray meraih gelar karier ke-40 setelah mengalahkan petenis Bulgaria, Grigor Dimitrov, 6-4, 7-6 (2), dalam final di Cina Terbuka, Minggu, 9 Oktober 2016, waktu setempat.

    Dalam pertandingan final itu, Murray menang dalam waktu satu jam 57 menit untuk menjadi pemain ke-16 yang memenangi gelar 40 ATP.

    Petenis asal Inggris itu kini terpaut 1.555 poin dari Djokovic dalam perburuan akhir tahun untuk menjadi petenis nomor satu dunia. Satu gelar juara Grand Slam akan memberi seorang pemain tambahan poin 2.000, sedangkan turnamen Master menjanjikan poin 1.000.

    Djokovic gagal mempertahankan gelarnya di Beijing menyusul cedera yang diperolehnya. Namun dia diperkirakan akan bermain di Shanghai.

    Kemenangan itu merupakan gelar kelima, termasuk di Australia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon, dan Olimpiade.

    "Ini tahun paling konsisten selama karier saya dan akan membawa saya ke tahap berikutnya dari event yang paling sering saya mainkan," kata Murray.

    "Hari ini pertandingan tingkat tinggi. Grigor bertarung mati-matian. Saya sangat senang dengan cara bermain saya. Saya sekarang sedang menunggu untuk Shanghai," tuturnya, seperti dilansir Reuters.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?