Maju Calon Ketua PBSI, Wiranto: Saya Sudah Izin Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deklarasi dukungan 22 pengurus provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia kepada Wiranto sebagai calon ketua umum PBSI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 15 Oktober 2016. TEMPO/Arkhelaus

    Deklarasi dukungan 22 pengurus provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia kepada Wiranto sebagai calon ketua umum PBSI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 15 Oktober 2016. TEMPO/Arkhelaus

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menerima permintaan 22 pengurus provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBSI periode 2017-2022. Wiranto mengaku telah mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo.

    "Setelah saya minta izin kepada Presiden, karena saya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, beliau mengizinkan saya," kata Wiranto di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 15 Oktober 2016.

    Wiranto berharap mendapatkan dukungan dari seluruh pengurus provinsi dan pemangku kepentingan, serta sambutan positif dari seluruh masyarakat. "Tanpa itu, tidak mungkin kita bisa berjaya seperti masa lalu," katanya.

    Baca: 22 Pengurus Provinsi Dukung Wiranto Jadi Ketua Umum PBSI

    Ia mengatakan masih memiliki semangat untuk mengurusi olahraga nasional. "Sebetulnya saya ingin beristirahat memimpin olahraga tapi saya terpanggil lagi," ujarnya. Sebelumnya, dia berpengalaman memimpin organisasi olahraga, seperti karate, bridge, dan taekwondo.

    PBSI saat ini dipimpin Gita Wirjawan. Kemungkinan besar, Gita akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBSI lagi dan bersaing dengan Wiranto.

    Sebanyak 22 PBSI daerah memberikan dukungannya pada Wiranto. Mereka adalah PBSI DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Banten, Sumatera Barat, Papua, dan Papua Barat. Selain itu, ada PBSI Bangka Belitung, Bengkulu, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Aceh, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.