Jawa Barat Tawarkan Venue Eks-PON Untuk Asian Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat (tengah) saat meninjau perbaikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 18 Oktober 2016. Perbaikan  ini sebagai persiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat (tengah) saat meninjau perbaikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 18 Oktober 2016. Perbaikan ini sebagai persiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, pemerintah provinsi menawarkan sejumlah venue yang sempat dipergunakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX untuk ajang Asian Games XVIII 2018. "Ada 18 venue yang siap, bertaraf internasional juga dilengkapi dengan peralatan dengan standar olimpiade,” kata dia selepas memimpin upacara penurunan bendera kontingen peserta Pekan Paralimpian Nasional (Peparnas) XV di Stadion Siliwangi, Bandung, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Deddy mengaku, belasan venue itu ditawarkan dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo kemarin di Istana Negara. Rapat pesiapan penyelenggaran Asian Games itu membahas kesiakan infrastruktur, venue, hingga persiapan para atlet Indonesia.

    Hasil rapat itu juga menambah Provinsi Banten menjadi salah satu daerah yang disiapkan menjadi cadangan untuk penyelenggaraan Asian Games. “Jika diperlukan, masuk ke sana,” kata dia.

    Dia mengklaim venue eks PON XIX itu tidak memerlukan perbaikan. “Venue sudah siap, tinggal di maintain saja, gak perlu bikin baru. Kalau di Jakarta itu butuh renovasi, misalnya GBK (Gelora Bung Karno) biayanya besar sekitar Rp 4 triliuan,” kata dia.

    Menurut Deddy, saat ini ada enam venue di Jawa Barat yang tengah diverifikasi bisa tidaknya dipergunakan dalam penyelengaraan Asian Games tahun 2018 nanti. “Kita belum tahu, nanti dipastikan karena bisa tiba-tiba berubah,” kata dia.

    Deddy mengatakan, pemerintah Jawa Barat menyatakan sanggup menjadi daerah limpahan jika diperlukan. “Kalau ada yang tidak siap, bisa pindah kemari karena ada 18 venue,” kata dia.

    Deddy mengatakan, pemerintah provinsi juga menyatakan kesanggupannya jika diputuskan menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Games Paralimipian. Nama Jawa Barat muncul atas usulan organisasi National Comitte Paralympic Indonesia (NPCI). “Rencananya di Jakarta. Tapi kalau harus dipindahkan ke Jawa Barat, silahkan, kita siap,” kata dia.

    Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, saat ini sejumlah venues di Jawa Barat tengah diperiksa untuk dipergunakan dalam penyelenggaraan perhelatan Asian Games 2018 nanti. “Yang sudah dibahas itu 6 nomor cabang olahraga yang tempatnya di Jawa Barat, seperti halnya sepakbola dan beberapa lainnya. Kita siap mem-back-up pemerintah pusat,” kata dia di Bandung, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Iwa mengatakan, sejumlah venue itu saat ini tengah menjalan verifikasi tim penyelnggara Asian Games. Dia tidak merinci venue tersebut, tapi di antaranya untuk cabang olahraga sepakbola ada 2 stadion yang tengah diperiksa yakni Stadion Wibawa Mukti Kota Bekasi, serta Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.