Melatih dengan Bahasa Batin

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debut pertama Azwar di Peparnas berbuah manis. Azwar sukses mempersembahkan medali emas bagi daerahnya.

    Debut pertama Azwar di Peparnas berbuah manis. Azwar sukses mempersembahkan medali emas bagi daerahnya.

    INFO PAPERNAS - Ahmad Naji langsung menghambur memeluk pelari asuhannya sesaat setelah sang pelari melewati garis finis. Aksinya diikuti oleh para ofisial dari kontingennya, Bangka Belitung (Babel). Ini adalah kemenangan pertama Babel, sekaligus emas pertama mereka, dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat.

    Sang atlet, Azwar Saputra, berhasil menjadi yang tercepat dalam nomor ini. Dia mencatat waktu 17 menit dan 25 detik dalam pertandingan yang digelar di lintasan atletik Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu, 16 Oktober 2016.

    Suka cita membuncah di hati Azwar karena ini juga merupakan emas perdananya dalam ajang paralimpik tingkat nasional. Rasa senang diungkapkan Azwar dengan cara mengacungkan tangan terkepal di depan dadanya.

    “Medali ini saya persembahkan kepada kedua orang tua saya dan kontingen Babel,” kata atlet asal Negeri Laskar Pelangi itu, seperti diterjemahkan Naji.

    Naji pun sesungguhnya tak selalu paham maksud isyarat yang disampaikan anak asuhnya itu. Setengah bercanda, dia berujar, dia hanya menggunakan bahasa batin saja saat melatih Azwar. Selama setahun mempersiapkan Azwar untuk Peparnas, Naji terganjal komunikasi dua arah.

    “Sangat sulit, tapi dengan hati dan kasih sayang, ada keikhlasan untuk Azwar, akhirnya kami bisa berkomunikasi. Antara Azwar dan saya dapat mengerti walaupun ada kendala,” ujarnya.

    Azwar baru berusia 18 tahun tatkala “ditemukan” oleh Naji sekitar dua tahun lalu. Ketika itu, Azwar sedang jogging sendirian di jalan raya. Ahmad kemudian menawarkannya untuk berlatih.

    “Saya tanya, sekolah enggak? Enggak sekolah sama sekali. Latihan ikut dengan saya, ditambah bantuan teman-teman untuk sekolah, dia mau,” katanya mengenang pertemuannya dengan anak muda yang tinggal di Jalan Tuatunu, Perumahan Raskin, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, itu.

    Naji menempa Azwar dengan disiplin. Dia memperlakukan Azwar sama dengan anak-anak asuhannya yang lain. Berlatih setiap hari dengan bobot yang rutin-rutin saja, tak ada persiapan yang istimewa untuk Peparnas. Bahkan mereka nyaris gagal berangkat akibat ketiadaan dana.

    Naji mengupayakan berbagai cara agar Azwar bisa berangkat. Dia pun menggunakan uang pribadinya, ditambah bantuan dana dari pemerintah daerah, KONI, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Bangka Belitung.

    Persiapan sederhana dan pengorbanan itu tak sia-sia. Debut pertama Azwar di Peparnas berbuah manis. Azwar sukses mempersembahkan medali emas bagi daerahnya.

    Ahmad mengatakan mereka sedang mengupayakan agar Azwar bisa mendapatkan beasiswa pendidikan, selain bonus. Dia ingin agar anak asuhnya itu bisa meneruskan pendidikan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.