Murray Lengkapi Status Nomor Satu Dunia dengan Gelar Juara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis dunia asal Inggris Andy Murray bergembira usai kalahkan petenis dari Spanyol, Roberto Bautista Agut dalam Final Turnamen Tennis Shanghai Masters di Shanghai, China, 16 Oktober 2016. REUTERS

    Petenis dunia asal Inggris Andy Murray bergembira usai kalahkan petenis dari Spanyol, Roberto Bautista Agut dalam Final Turnamen Tennis Shanghai Masters di Shanghai, China, 16 Oktober 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Andy Murray merayakan keberhasilannya menghuni peringkat satu dunia dengan kemenangan 6-3, 6-7 (4-7), 6-4 atas John Isner, Ahad, untuk meraih gelar juara turnamen Paris Masters perdananya atau kemenangan kedelapannya di musim ini.

    Petenis Britania Raya itu, yang akan menyingkirkan Novak Djokovic di puncak peringkat ATP pada Senin, mampu lolos dari serangkaian ace yang dilepaskan petenis AS itu untuk memenangi turnamen Masters ke-14 sepanjang karirnya, lapor Reuters.

    Juara Grand Slam sebanyak tiga kali itu memberi sedikit kesempatan bernafas kepada Isner, yang berharap dapat mengunci gelar Masters pertamanya setelah kalah pada dua final sebelumnya.

    Murray akan menjadi unggulan teratas pada turnamen penutup musim ATP World Tour finals di O2 Arena di London, dari 13 sampai 20 November.

    Juara Olimpiade dua kali itu memasuki kontes dengan rekor 7-0 atas Isner dan penampilan terkininya, yang membantu dia memenangi enam dari delapan turnamen sebelumnya sejak kalah di final Prancis Terbuka, mengindikasikan ia akan menjadi pemenang.

    Murray, yang kini memiliki 43 gelar, mematahkan serve lawannya pada game keenam pada kesempatan pertamanya ketika Isner melepaskan pukulan backhand yang terlalu keras.

    Petenis AS itu, yang total melepaskan 18 ace, memiliki dua peluang untuk balik mematahkan serve pada game selanjutnya ketika ia membuka keunggulan 40-15.

    Murray menyelamatkan yang pertama dengan voli rutin setelah melakukan lob untuk menundukkan lawannya yang bertinggi badan 2,08 meter, dan memaksa Isner untuk melepaskan pukulan backhand yang mengenai net pada yang kedua.

    Ia mengunci set pembukaan dengan serve yang tidak dapat dikembalikan setelah hanya mencatatkan empat unforced error.

    Isner mendapatkan tiga break point berkat drop shot yang diikuti oleh pukulan forehand. Murray menyelamatkan semuanya, yang terakhir dengan ace di serve kedua, dan menggagalkan yang lain untuk menyamakan kedudukan.

    Pada tiebreak, Isner memimpin 4-2 ketika Murray melakukan double fault, dan petenis AS itu menutupnya dengan pukulan forehand untuk membawa pertandingan itu menuju penentuan.

    Kedua petenis terlihat kelelahan, namun Murray yang memainkan pertandingan yang lebih ketat pada akhirnya, mengakhiri pertandingan pada match point pertamanya ketika Isner melepaskan pukulan backhand yang mengenai net.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.