Andy Murray Belum Komplet Jadi Raja Tenis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis dunia asal Inggris Andy Murray bergembira usai kalahkan petenis dari Spanyol, Roberto Bautista Agut dalam Final Turnamen Tennis Shanghai Masters di Shanghai, China, 16 Oktober 2016. REUTERS

    Petenis dunia asal Inggris Andy Murray bergembira usai kalahkan petenis dari Spanyol, Roberto Bautista Agut dalam Final Turnamen Tennis Shanghai Masters di Shanghai, China, 16 Oktober 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Paris - Andy Murray berhasil jadi petenis nomor satu dunia usai tampil di Paris Masters 2016. Raja tenis baru ini telah unggul dengan selisih 405 poin dari Novak Djokovic yang akhirnya turun takhta di posisi kedua.

    Namun, petenis asal Skotlandia itu belum komplet mengoleksi gelar Grand Slam. Dia belum pernah merebut juara Australia Terbuka dan mengangkat trofi Prancis Terbuka. "Yang jelas aku ingin sekali memenangi Australia Terbuka karena itu adalah tujuan besarku berikutnya pada tahun depan,” kata Murray, usai merebut gelar Paris Masters.

    Petenis berusia 29 tahun itu telah tampil lima kali tampil di final turnamen yang digelar di Melbourne tiap awal tahun itu. Namun, Murray selalu kandas di tangan lawan-lawannya di partai puncak. Bahkan dalam kesempatan terakhir di final pada tahun ini, Murray kembali gagal setelah takluk dari Djokovic. “Saya sudah beberapa kali nyaris juara di sana. Tentu saja saya ingin mencoba dan memenanginya," kata Murray.

    Jika di Australia Terbuka telah mencapai final lima kali, ternyata Murray baru sekali mencapai final di di Prancis Terbuka pada tahun ini.  Lagi-lagi di final Mei lalu, dia kalah dari pesaing terberatnya, Djokovic yang total telah mengoleksi 12 gelar Grand Slam.

    Total sejak menjadi petenis profesional, Murray baru tiga kali merebut gelar Grand Slam, yakni dua kali memenangkan Wimbledon (2013 dan 2016) dan sekali merebut gelar Amerika Serikat Terbuka (2012). Dia melengkapi prestasinya dengan  dua medali emas Olimpiade (2012 dan 2016) dan Piala Davis (2015).

    "Saya sangat bangga untuk sampai ke saat ini," kata Murray. "Saya akan senang telah melakukannya di lapangan, tapi sudah bertahun-tahun kerja keras untuk sampai ke sini."

    Pendakian Murray mencapai posisi tertinggi cukup berat. Hal ini mengingat bahwa sampai pertengahan musim,  selisih jumlah poinnya dengan Djokovic mencapai 8.000 poin saat kalah di Prancis Terbuka.  "Saya belum berharap banyak untuk bisa mengejarnya setelah Prancis Terbuka," kata Murray.

    Murray sebelumnya tak pernah diperhitungkan, saat  tiga petenis besar masih berjaya. Mereka adalah  Roger Federer, Rafael Nadal, dan Djokovic. Murray semula ragu apakah mampu bersaing dengan tiga petenis top itu. "Jelas mereka adalah tiga pemain terbaik yang pernah ada dan selama beberapa tahun mereka menguasai berbagai turnamen.”

    Posisi Murray di puncak tangga akan bertahan sampai mucim depan jika dia kembali berjaya dalam laga ATP World Tour Finals di London pada pekan depan.   

    TENNIS.COM| ATPWORLDTOUR.COM| TELEGRAPH.CO.UK.| ANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?