Petarung Putri Mesir Tantang Petarung Indonesia di Ajang MMA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Miesha Tate (kiri) dan Carmouche bertarung dalam laga mixed martial arts kelas bantamweight wanita di ajang UFC Fight Night di Orlando, Amerika Serikat (19/4). Tate menang atas Carmouche. (AP Photo/Reinhold Matay)

    Atlet Miesha Tate (kiri) dan Carmouche bertarung dalam laga mixed martial arts kelas bantamweight wanita di ajang UFC Fight Night di Orlando, Amerika Serikat (19/4). Tate menang atas Carmouche. (AP Photo/Reinhold Matay)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petarung putri asal Mesir Amira Badr akan unjuk kemampuan di Indonesia dengan menghadapi petarung tuan rumah Linda Darrow pada "Fight Night One Pride Indonesia Mix Martial Arts Title Fight Season Finale" di Jakarta, Sabtu (3/11).

    Bagi petarung tuan rumah, bertanding melawan petarung yang sudah pernah tampil di One FC ini jelas sangat ditunggu-tunggu karena dia ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya pada ajang internasional ini.

     "Saya sangat bahagia diberi kesempatan ini. Saya sudah siap untuk menghadapi pertarungan nanti. Apalagi pertarungan ini saya tunggu sejak lama" kata Linda Darraw di sela-sela jumpa media di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.

    Pada petarungan akhir tahun yang digelar di GOR Soematri Brodjonegoro ini juga akan mempertemukan pemegang sabuk kelas bulu Paul Lumihi ditantang Arif Rambo serta pertarungan di kelas bantam antara Abro Fernandes melawan Agung Yulianto.

    Perkembangan Mix Martial Arts (MMA) di Indonesia terbilang cukup pesat. Khusus untuk One Pride saja saat ini sudah menyelesaikan sesi kedua. Bahkan saat ini sudah bersiap diri untuk menghadapi audisi untuk sesi ketiga yang bakal dimulai di Bandung, 11 Februari 2017.

    Menurut Chairman of One Pride David Burke, One Pride saat ini bisa dikatakan sebagai kompetisi MMA terbesar di Indonesia. Meski baru bergulir, animo masyarakat untuk menonton tayangan ini juga cukup besar bahkan sudah melampaui angkat lima juta pemirsa televisi.

    Kondisi ini, kata dia, menunjukkan jika pelaksanaan One Pride bisa diterima masyarakat. Apalagi untuk bisa bertarung di sini harus sesuai dengan aturan yang berlaku yang salah satunya adalah sebelum bertarung harus menjalani cek kesehatan.

     "One Pride merupakan ajang kompetisi MMA yang profesional. Jadi kami juga menyiapkan semua pendukung termasuk asuransi, medical on stanby, dokter hingga tim medical saat pertandingan berlangsung," kata David Burke menjelaskan.

     Dengan berkembangnya MMA di Indonesia, pihak penyelenggara juga sudah melebarkan sayap dengan menggendeng Singapore Fighting Championship (SFC). Ekspansi MMA ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI).
    "Kerjasama dengan pihak asing sangat bagus untuk perkembangan MMA di Indonesia karena dengan adanya kerjasama tersebut mereka (petarung) memiliki banyak peluang bertanding di level internasional. Saat ini kami juga terus memantau perkembangan petarung-petarung daerah," kata Ketua KOBI Ardiansyah Bakrie.

    Sementara itu, Sekjen Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Heru Nugroho sangat mengapresi kesuksesan pelaksana One Pride. Hanya saja, pihaknya berharap kualitas pertandingan ditingkatkan termasuk banyak mendatangkan petarung-petarung asing untuk tampil di Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?