42 Negara Ikut Serta di Kejuaraan Pencak Silat di Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kejurnas Pencak Silat di Unila(Komunika Online)

    Ilustrasi Kejurnas Pencak Silat di Unila(Komunika Online)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 42 negara memastikan ikut dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada 3-8 Desember 2016.

    "Antusiasme para peserta dari luar negeri itu luar biasa, apalagi menjelang libur akhir tahun. Sejumlah wakil dari beberapa negara telah hadir di Bali sejak pertengahan November 2016," kata Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2016 Edhy Prabowo di Jakarta, Rabu, 30 November 2016.

    Negara-negara yang memastikan hadir dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat antara lain Belanda, Jerman, Prancis, Italia, dan Belgia sebagai wakil Benua Eropa. Sedangkan wakil Benua Afrika adalah Afrika Selatan dan Mesir.

    Kemudian para atlet dari Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil akan menjadi wakil para pesilat internasional dari Benua Amerika.

    Terakhir dari Benua Asia Oceania, perwakilan yang memastikan hadir adalah para pesilat dari Jepang, Australia, Arab Saudi, Iran, Palestina, Israel, dan negara-negara ASEAN.

    "Kami tinggal berkoordinasi dengan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali yang menjadi tuan rumah penyelenggara," ucap Edhy.

    Kontingen pencak silat Indonesia, ujar Edhy, berharap dapat meraih prestasi, selain kesuksesan penyelenggaraan dan konsolidasi organisasi internasional.

    Selain Kejuaraan Dunia Pencak Silat, IPSI akan menggelar Festival Pencak Silat pada 6-8 Desember serta Musyawarah Nasional PB IPSI pada 4-5 Desember 2016.

    Musyawarah Nasional IPSI 2016 mempunyai program utama pemilihan Ketua Umum PB IPSI periode 2016-2020.

    "Festival Pencak Silat akan berlangsung di lantai dua GOR Lila Bhuana. Sedangkan Kejuaraan Dunia Pencak Silat akan berlangsung di lantai satu GOR itu. Festival itu akan menggunakan musik tradisional, baik dari Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, maupun Sumatera Barat," tutur Sekretaris Umum PB IPSI Erizal Chaniago.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.