Atlet PON Terindikasi Doping, Aher Mengaku Kecolongan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menendang bola seusai menyaksikan final sepak bola Peparnas XV di Lapangan Progresif Bandung, Jawa Barat, 23 Oktober 2016. ANTARA FOTO

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menendang bola seusai menyaksikan final sepak bola Peparnas XV di Lapangan Progresif Bandung, Jawa Barat, 23 Oktober 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kecewa terhadap informasi terindikasinya atlet peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 menggunakan doping. “Kecewa, itu pasti. Mengapa harus pakai doping?” kata Ahmad di Bandung, Kamis, 1 Desember 2016.

    Aher—sapaan Ahmad Heryawan—mengaku sudah berupaya mengantisipasi penggunaan doping bagi atlet yang akan berlaga dalam PON ke-19 itu . “Sudah disumpah-sumpah, ketahuannya ketika diperiksa. Kecolonganlah,” kata dia.

    Adapun dari 12 atlet yang terindikasi doping, empat di antaranya disebut-sebut berasal dari Jawa Barat.

    Aher masih menunggu keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), mengenai sanksi yang akan dijatuhkan bagi peraih medali emas yang terbukti menggunakan doping. “Tunggu perintah saja,” ujarnya.

    Menurut Aher, salah satu sanksi yang diberikan berupa pembatalan pemberian bonus, mengingat medali yang bersangkutan bakal dicabut, sesuai dengan aturan yang berlaku selama ini.

    Dengan pembatalan pemberian bonus kepada atlet yang terbukti menggunakan doping, realisasi anggaran bisa lebih kecil daripada yang awalnya direncanakan Rp 300 miliar.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.