Rebut 12 Emas, Tim Pencak Silat Indonesia Juara Umum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menerima keris dan gelar kesatria besar silat dari Presiden Persilat Prabowo Subianto di GOR Lilla Buana, Bali. TEMPO/Istman

    Presiden Jokowi menerima keris dan gelar kesatria besar silat dari Presiden Persilat Prabowo Subianto di GOR Lilla Buana, Bali. TEMPO/Istman

    TEMPO.COJakarta - Kejuaraan pencak silat dunia di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, resmi ditutup pada Kamis, 8 Desember 2016. Selama berjuang pada 3-8 Desember, tim pencak silat Indonesia meraih total 12 medali emas. Hasil itu sekaligus membawa Indonesia menjadi juara umum.

    Kejuaraan ini diikuti 40 negara dari Asia Tenggara, Amerika, Eropa, Australia, dan Afrika. Adapun Vietnam meraih lima medali emas, Malaysia tiga medali emas, Singapura dua medali emas, Thailand satu medali emas, dan Belgia satu medali emas.

    Penutupan acara ini dihadiri Presiden Joko Widodo, yang didampingi Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) Prabowo Subianto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

    Jokowi saat menutup acara mengucapkan selamat kepada semua atlet yang berhasil memenangi pertandingan di setiap kelas. Ia menjelaskan bahwa pencak silat memiliki kiprah di tingkat dunia.

    Baca: Menerima Gelar 'Pendekar Utama', Jokowi Beradegan Silat

    Jokowi berpesan agar pencak silat bisa dimaknai bukan sekadar cabang olahraga bela diri. "Tapi juga nilai-nilai yang melekat dalam Pancasila, seperti sikap kesatria, tidak sok jagoan, tidak adegang-adegung, sepi ing pamrih, dan suka menolong orang lain," katanya di gedung GOR Lila Bhuana, Denpasar, Kamis, 8 Desember 2016.

    Jokowi menjelaskan, pemerintah Indonesia akan turut mendukung usaha semua pihak untuk berkomunikasi dengan negara lain agar pencak silat menjadi cabang olahraga yang ke depan bisa dipertandingkan di Olimpiade. "Mari kita bersinergi mengharumkan nama pencak silat dan nama Indonesia di pentas dunia. Kita memang beda bahasa dan bangsa, tapi bisa berkomunikasi dalam pencak silat yang memperkuat karakter dan mental," tuturnya.

    Prabowo Subianto memberikan penghargaan “Pendekar Utama Pencak Silat” kepada Jokowi. Penghargaan itu sebagai penghormatan dari Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia kepada tokoh-tokoh yang dianggap memiliki karakter pendekar.

    Baca: Jokowi Berharap Pencak Silat Masuk Olimpiade 2024

    Jokowi menerima udeng (destar), keris, sertifikat, dan surat keputusan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) yang diserahkan oleh Prabowo. "Atas nama keluarga besar pencak silat dunia dan Indonesia, kami mohon Bapak berkenan menerima gelar sebagai pendekar utama pencak silat. Bapak (Jokowi) akan selalu mengawasi, membina, dan membesarkan pencak silat pada masa yang akan datang," kata Prabowo.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.