Karateka Indonesia Diharapkan Bisa Berlaga di Olimpiade

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karateka Sumatera Utara (biru) menghindari pukulan dari Karateka Sulsel (merah) pada kelas Kumite Beregu Putri partai terakhir cabang olahraga karate PON XIX di Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat, 21 September 2016. Pada partai tersebut Sumatera Utara berhasil meraih medali emas mengalahkan Sulawesi Selatan dengan skor 2-1. TEMPO/Iqbal Lubis

    Karateka Sumatera Utara (biru) menghindari pukulan dari Karateka Sulsel (merah) pada kelas Kumite Beregu Putri partai terakhir cabang olahraga karate PON XIX di Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat, 21 September 2016. Pada partai tersebut Sumatera Utara berhasil meraih medali emas mengalahkan Sulawesi Selatan dengan skor 2-1. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Cabang olahraga karate bertekad meloloskan atlet terbaiknya ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Adapun cabang olahraga ini pertama kali dipertandingkan dalam kejuaraan multiacara paling bergengsi di dunia itu.

    Salah satu perguruan yang getol meloloskan atletnya adalah Institut Karate-Do Nasional (Inkanas). Sebagai salah satu perguruan karate terbesar di Indonesia, Inkanas bertekad mempersiapkan atlet terbaik melalui pembinaan berjenjang hingga memperbanyak kejuaraan untuk meningkatkan kualitas atlet.

    "Inkanas adalah bagian dari PB Forki. Karena itu, kami berkewajiban menyiapkan atlet terbaik sebagai tulang punggung tim nasional, termasuk bersiap diri menghadapi Olimpiade 2020," kata Ketua Umum PB Inkanas Badrodin Haiti di Jakarta, Kamis, 22 Desember 2016.

    Selain melakukan pembinaan di seluruh Indonesia, Inkanas terlibat langsung dalam pergelaran kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan untuk menambah jam terbang hingga mengetahui kekuatan atlet dari negara lain.

    Salah satu kejuaraan internasional yang baru saja diikuti PB Inkanas adalah Kejuaraan Karate ASEAN-Japan di Hanoi Vietnam. Dalam kejuaraan ini, kata Badrodin, kontingen Indonesia mampu berada di peringkat klasemen umum dengan raihan sembilan emas, dua perak, dan sembilan perunggu.

    Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia menurunkan atlet muda potensial yang sasaran utamanya untuk mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Jepang. Hasil di Vietnam terbilang bagus karena Indonesia hanya kalah dari Jepang dengan selisih satu medali emas.

    "Potensi mereka cukup besar. Karena itu, setelah kejuaraan ini, mereka harus terus digenjot dengan latihan karena banyak kejuaraan, baik level nasional maupun internasional, yang akan digelar. Mereka harus siap jika diturunkan," kata mantan Kapolri itu.

    Selain mengikutkan atletnya dalam kejuaraan internasional, PB Inkanas juga bakal menggelar kejuaraan sendiri. Sesuai dengan rencana, kejuaraan internasional ini bakal digelar pada 2017. Tidak hanya itu, demi meningkatkan kemampuan atlet, akan didatangkan pelatih internasional.

    "Kami berencana mendatangkan Sensei Masao Kagawa (World Karate-Do Federation) untuk berbagi ilmu dengan pelatih dan atlet Indonesia," kata Ketua Bidang Luar Negeri PB Inkanas, Titik Prasetyo Verdi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.