Kejuaraan Mubadala Jadi Persiapan Murray di Australia Open

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis dunia asal Inggris Andy Murray bergembira usai kalahkan petenis dari Spanyol, Roberto Bautista Agut dalam Final Turnamen Tennis Shanghai Masters di Shanghai, China, 16 Oktober 2016. REUTERS

    Petenis dunia asal Inggris Andy Murray bergembira usai kalahkan petenis dari Spanyol, Roberto Bautista Agut dalam Final Turnamen Tennis Shanghai Masters di Shanghai, China, 16 Oktober 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lima kali finis sebagai runner up di Australia Terbuka, petenis peringkat satu dunia, Andy Murray, melakukan pendekatan yang berbeda untuk grand slam pembuka musim di Melbourne bulan depan.

    Petenis Britania itu melakukan persiapan untuk turnamen pada 16-29 Januari tersebut dengan berkompetisi di Kejuaraan Tenis Dunia Mubadala di Abu Dhabi, ketimbang tampil pada format round robin tim campuran di Piala Hopman di Perth, yang telah dilakukannya pada dua tahun terakhir.

    Murray memainkan pertandingan pertamanya pada Jumat, dan ia optimistis kali ini dapat mengakhiri puasa gelarnya di Melbourne.

    "Saya bermain dengan benar-benar baik di sini pada masa lalu dan itu tidak terjadi bagi saya, maka saya akan memerlukan sesuatu yang sedikit berbeda tahun ini," kata Murray kepada Reuters pada Rabu.

    "Saya menyukai kondisi-kondisi di sini dan saya begitu menukmati turnamen, dan mudah-mudahan sekarang saya akan bermain baik dan dengan banyak kepercayaan diri karena cara saya mengakhiri 2016, maka saya akan memberikan kebaikan untuk dijalani pada tahun ini."

    Dua kali juara Olimpiade berusia 29 tahun itu akan bertolak ke Melbourne dengan rasa percaya diri tinggi setelah menyingkirkan Novak Djokovic, petenis yang mengalahkannya pada empat final Australia Terbuka, dari posisi teratas di daftar peringkat petenis dunia.

    Petenis Skotlandia ini memenangi sembilan gelar pada 2016, termasuk Wimbledon dan medali emas Olimpiade, serta mengalahkan Djokovic di final Tur Final ATP untuk merebut peringkat teratas dunia dari petenis Serbia itu.

    Bagaimanapun, laju 24 kemenangan yang membantunya memenangi lima turnamen terakhir musim ini kelihatannya akan berakhir.

    "Mendapatkan peringkat satu bagi saya pada dasarnya merupakan perjalanan sepanjang tahun, sampai pada turnamen terakhir, pertandingan terakhir pada setahun untuk finis di peringkat satu, maka itu benar-benar berat dan diperlukan banyak kekuatan fisik dan mental," tutur Murray.

    "Saya benar-benar lelah, semakin lelah dibanding saat saya mengakhiri musim manapun sebelumnya."

    Murray mendapat bye menuju semifinal pada Jumat di Uni Emirat Arab dan akan berhadapan dengan pemenang perempat final pada Kamis antara David Goffin asal Belgia dan petenis Prancis, Jo-Wilfried Tsonga.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.