KONI Bina Atlet Pelapis untuk Dukung Program Satlak Prima

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Tono Suratman berpidato dalam acara Pelantikan Pengurus Besar PBSI di gedung Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (14/12). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Tono Suratman berpidato dalam acara Pelantikan Pengurus Besar PBSI di gedung Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (14/12). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bertekad menyiapkan atlet pelapis bagi atlet elite yang selama ini pembinaan dan pelatihannya di bawah kendali Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

    "KONI Pusat siap mendukung program Satlak Prima dalam menyiapkan pelapis dengan melaksanakan program sentra pembinaan bagi para atlet yang kemampuannya tidak kalah jauh dari mereka yang masuk Prima," kata Sekjen KONI Pusat Hamidy dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    Orang nomor dua di KONI Pusat ini menjelaskan apa yang dilakukan bersama dengan Sentra Pembinaan Nasional Atlet Andalan bukan merupakan saingan Prima tetapi merupakan penyedia atlet atau biasa dikenal dengan sebutan pengumpan (feeder).

    Hamidy menjelaskan jika Prima mengambil atlet terbaik yaitu peringkat satu dan dua di antaranya dari Pekan Olahraga Nasional (PON), maka KONI Pusat akan membina atlet yang berada di posisi tiga hingga lima untuk semua cabang olahraga.

    "Dengan demikian stok atlet yang siap bertanding selalu ada. Prima tidak perlu susah-susah mencari atlet. Tinggal mengambil dari sentra ini. Jadi program ini mendukung Prima, bukan menjadi pesaing," kata Hamidy menambahkan.

    Program pembinaan yang akan dilakukan KONI Pusat, kata Hamidy sudah dibicarakan dengan Satlak Prima dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Hal ini untuk memaksimalkan sukses Indonesia pada Olimpiade 2016.

    Pihaknya berharap sentra pembinaan ini akan terwujud pada tahun ini.

    Hamidy menegaskan apa yang dilakukan KONI Pusat juga menjadi salah satu upaya untuk persiapan Indonesia menuju SEA Games 2017 di Malaysia hingga Asian Games 2018 di Tanah Air. Hanya saja, untuk pelaksanaannya juga tergantung bantuan pendanaan dari BUMN.

    Terkait lokasi pembinaan, KONI Pusat telah membidik beberapa tempat terutama daerah yang sudah pernah menjadi lokasi PON diantaranya adalah Jawa Barat, Riau, Kalimantan Timur hingga Sumatera Selatan.

    "Program ini juga merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan sarana olahraga setelah PON agar tidak terbengkalai," kata Hamidy menegaskan.

    Demi memaksimalkan program yang digagas, KONI Pusat berharap semua pemangku kepentingan atau stakeholder olahraga nasional bisa bersatu dan bersama-sama melaksanakan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Nomor 3 Tahun 2005.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?