Tanpa Nitya, Greysia Berpasangan dengan Rosyita di Thailand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari (kiri) dan Greysia Polii usai mengalahkan ganda Inggris, Heather Olver dan Lauren Smith, pada Olimpiade 2106 di Rio de Janeiro, Brasil, 13 Agustus 2016. AP/Kin Cheung

    Ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari (kiri) dan Greysia Polii usai mengalahkan ganda Inggris, Heather Olver dan Lauren Smith, pada Olimpiade 2106 di Rio de Janeiro, Brasil, 13 Agustus 2016. AP/Kin Cheung

    TEMPO.CO, Jakarta - Greysia Polii akan berduet dengan Rosyita Eka Putri Sari sebagai ganda putri wakil Indonesia dalam turneman Thailand Master 2017 menyusul belum pulihnya Nitya Krishinda Maheswari setelah menjalani operasi lutut kanannya yang cedera.

    "Nitya akan siap bermain pada tingkat yang baik pada enam bulan mendatang. Jika hanya latihan, Nitya siap berlatih pada dua hingga tiga bulan mendatang," kata kepala pelatih sektor ganda putri pelatnas PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Eng Hian dalam keterangan tertulis PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

    Nitya merupakan atlet pasangan Greysia pada nomor ganda putri. Keduanya telah berpasangan setelah Olimpiade London 2012 dan meraih medali emas Asian Games 2014. Nitya menjalani operasi lutut kanan pada Desember 2016.

    "Saya akan mempersiapkan Greysia untuk berpasangan dengan Rosyita," ujar mantan atlet yang meraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 itu.

    Eng Hian mengatakan tidak menargetkan pasangan Greysia/Rosyita pada nomor ganda putri meskipun optimistis pasangan baru itu dapat bersaing dengan pasangan-pasangan putri lain.

    "Saya akan melihat penampilan mereka terlebih dahulu dan saya akan evaluasi untuk turnamen berikutnya. Aspek teknis akan lebih mudah untuk mereka. Mereka hanya perlu memperkuat aspek nonteknis seperti komunikasi di lapangan," kata Eng Hian.

    Sementara, Della Destiara Haris yang merupakan pasangan Rosyita akan berganti pasangan dengan pemain baru ganda putri Apriani Rahayu. Ganda Della/Apriani juga akan memulai turnamen pada Thailand Masters 2017.

    Pada program pelatnas 2017, Eng Hian menetapkan tolak ukur penampilan atlet untuk memacu prestasi atlet-atlet ganda putri pelatnas.

    Mantan atlet ganda putra itu mengatakan atmosfer kompetisi dalam pelatnas PBSI masih kurang walaupun atlet-atlet pelatnas telah mempunyai kemampuan dan kualitas teknik permainan.

    Tujuan penetapan tolak ukur penampilan atlet itu, menurut Eng Hian, adalah agar pasangan-pasangan ganda putri seperti Della/Rosyita, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Rizki Amelia Pradipta/Tiara Rosalia Nuraidah mampu menyamai kemampuan permainan Greysia/NItya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.