14 Atlet PON Positif Doping, Medali Dicabut dan Bonus Tak Dibayar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ahmad Heryawan menjelaskan progres pembangunan wisma atlet PON Jawa Barat di pesta rakyat De Syukron di Gedung Sate, Bandung, 23 Oktober 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Ahmad Heryawan menjelaskan progres pembangunan wisma atlet PON Jawa Barat di pesta rakyat De Syukron di Gedung Sate, Bandung, 23 Oktober 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 12 atlet Pekan Olahraga Nasional XIX dan dua atlet Pekan Paralimpik Nasional XV Jawa Barat dinyatakan positif menggunakan doping. Ketua Umum PON dan Peparnas 2016 Ahmad Heryawan mengatakan hal itu di Gedung Sate Bandung, Senin, 9 Januari 2017.

    "Setelah mengambil sampel urine dari pemenang medali emas dan perak serta pemecah rekor nasional, (kemudian) dikirim ke National Dope Testing Laboratory, di India, untuk proses analisis lebih lanjut. Hasilnya, diketahui ada 12 atlet PON dan dua atlet Peparnas positif doping," kata Aher, panggilan Ahmad Heryawan.

    Aher mengatakan, sebelumnya, Koordinator Pengawasan Doping Bidang Kesehatan PB PON XIX dan Peparnas XV telah melakukan sejumlah prosedur terkait dengan pengawasan atlet. "Untuk PON, ada 476 sampel urine. Sebanyak 464 sampel dinyatakan negatif (doping) dan 12 dinyatakan positif (doping). Sementara itu ada 130 sampel urine untuk Peparnas XV, kemudian sebanyak 128 urine dinyatakan negatif (doping) dan dua dinyatakan positif (doping)," ujar Aher.

    Aher menuturkan, ke-12 atlet PON yang positif doping tersebut, yaitu delapan atlet cabang olahraga binaraga, satu atlet berkuda, satu atlet angkat berat, dan dua atlet cabang menembak. "Jika diurutkan dari asal provinsi, rinciannya Jawa Barat empat atlet, Jawa Tengah tiga atlet, Bengkulu satu atlet, Yogyakarta satu atlet, Bangka Belitung satu atlet, Kalimantan Timur satu atlet, dan Kepulauan Riau satu atlet," ucap Aher.

    Untuk atlet Peparnas XV, atlet yang positif doping, di antaranya satu atlet cabang olahraga atletik dari Jawa Barat dan satu atlet cabang olahraga tenis meja dari Maluku. Aher sangat menyayangkan adanya atlet PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat yang positif doping karena hal tersebut mencederai sportivitas olahraga dan merupakan tindak penipuan.

    "Selain itu, untuk atlet PON dan Peparnas yang positif doping, medalinya dicabut, bonusnya tidak jadi diberikan dan pembatalan medali tidak akan mengubah posisi atau urutan," kata Aher. Berikut ini daftar atlet PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat yang dinyatakan positif doping.

    Atlet PON

    1. Roni Romero (laki-laki) atlet binaraga dari Jawa Barat, peraih medali emas
    2. I Ketut Gede Arnawa (laki-laki), atlet binaraga dari Bengkulu, peraih medali perak
    3. Rahman Widodo (laki-laki), atlet binaraga dari Yogyakarta, peraih medali perak
    4. Kurniawansyah (laki-laki), atlet binaraga asal Bangka Belitung, peraih medali perak
    5. Zainal (laki-laki), atlet binaraga asal Jawa Barat, peraih medali perak
    6. Mualipi (laki-laki), atlet binaraga dari Jawa Tengah, peraih medali emas
    7. MHei (laki-laki), atlet binaraga, asal Jawa Tengah, peraih medali perak
    8. Iman Setiaman (laki-laki), atlet binaraga dari Jawa Barat, peraih medali emas
    9. Agus Waluyo (laki-laki), atlet menembak dari Jawa Barat, peraih medali emas
    10. Safrin Sihombing (laki-laki), atlet menembak dari Kepulauan Riau, peraih medali emas
    11. Jendri Turangan (laki-laki), atlet berkuda dari Jawa Tengah, peraih medali emas
    12. Awang Latiful Habil (laki-laki) atlet angkat berat dari Kalimantan Timur, peraih medali emas

    Atlet Peparnas

    13. Adyos Astaan (laki-laki), atlet tenis meja dari Maluku, peraih medali emas
    14. Cucu Kurniawan (laki-laki), atlet atletik dari Jawa Barat, peraih medali emas

    ANTARA | AHMAD FIKRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.