Kemenpora Ingin Olympic Center Bebas dari Masalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto Sambangi KPK untuk Meminta Kejelasan Status Hambalang, Senin, 28 Maret 2016. TEMPO/Maya Ayu

    Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto Sambangi KPK untuk Meminta Kejelasan Status Hambalang, Senin, 28 Maret 2016. TEMPO/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan tidak ingin proyek "Olympic Center" di Cibubur bermasalah, terutama terkait besarnya anggaran yang dialokasikan.

    Hal ini disampaikan Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot Dewa Broto di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin. Karena itulah, lanjut Gatot, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak yang berkepentingan dalam pengawasan pemanfaatan uang negara.

    "Anggaran yang tersedia untuk Olympic Center Rp465 miliar. Kami selalu berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Badan Pemeriksa Keuangan agar kami tahu dari total dana yang ada, berapa yang aman untuk digunakan," ujar Gatot.

    Dana ratusan miliar rupiah itu pun sudah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenpora 2017.

    Dia melanjutkan, pembangunan kompleks pusat Olimpiade bertaraf internasional yang terletak di lahan seluas sembilan hektare di komplek Pusat Pengembangan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON) Cibubur, Jakarta Timur, sudah berjalan.

    Ada beberapa bagian yang dibangun dari nol dan ada yang hanya dilakukan penambahan, terutama asrama atlet. Seluruh pembangunan fisik ini direncanakan selesai pada Desember 2017.

    Kawasan Olympic Center ini sendiri nantinya bisa digunakan para atlet dari 11 cabang olahraga panahan, angkat besi, taekwondo, karate, atletik, gulat, judo, anggar, senam, panjat tebing dan tinju.

    Demi menyukseskan proyek ini, Menpora Imam Nahrawi sudah mengeluarkan Keputusan Menpora RI Nomor 97 Tahun 2016 tentang pembentukan tim Ad Hoc Olympic Centre mulai 31 Oktober 2016.

    Mantan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Sakhyan Asmara ditunjuk menjadi koordinator tim, dibantu Yuni Poerwanti sebagai sekretaris serta tiga anggota yaitu Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Gatot S Dewa Broto, pengusaha Francis Wanandi dan mantan atlet Lukman Niode.

    PP-PON menjadi Olympic Centre setelah kawasan Gelora Bung Karno direnovasi untuk keperluan Asian Games 2018. Momen ini dijadikan pemerintah menjadi tonggak pembuatan tempat pemusatan latihan berstandar internasional berikut fasilitas pendukungnya seperti sport science hingga anti-doping.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.