Positif Doping, Atlet Diberi Kesempatan Mengajukan Banding  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan 12 atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan dua atlet Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV Jawa Barat yang terjerat kasus doping diberi kesempatan mengajukan hak jawab melalui upaya banding.

    "Hak jawab ini diperlukan agar atlet mempunyai kesempatan menjelaskan kondisi yang dialaminya saat PON dan Peparnas berlangsung," kata Imam dalam keterangan tertulisnya di situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kamis, 12 Januari 2017.

    Imam juga akan memastikan kasus tersebut ditelusuri hingga tuntas. Dia ingin proses penyelidikan berjalan dengan transparan dan adil. "Persoalan doping ini jangan dilihat sebelah mata. Apalagi jumlah atlet yang terindikasi doping lebih tinggi daripada saat PON Riau empat tahun lalu."

    Selain itu, Imam menginginkan kasus ini ditindaklanjuti dengan serius dan hati-hati karena terkait dengan masa depan atlet. "Sanksi terhadap atlet bisa saja diberlakukan seumur hidup jika nantinya atlet terbukti sengaja menggunakan doping untuk prestasi," tuturnya.

    Apabila penggunaan doping terbukti, kata Imam, berarti masih ada celah yang bisa dimanfaatkan para atlet yang tidak mau berkompetisi dengan bersih. Karena itu, menurut dia, tindakan tegas perlu diambil untuk melindungi atlet-atlet bersih yang berjuang keras merebut prestasi.

    Imam mengatakan kementeriannya juga akan memperkuat Lembaga Anti Doping (LADI). "Ke depan, LADI wajib mensosialisasikan obat-obatan yang masuk kategori doping atau mengandung zat yang dilarang penggunaannya oleh Badan Doping Internasional (WADA)," ujarnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum PON XIX dan Peparnas XV Ahmad Heryawan mengatakan 12 atlet PON dan dua atlet Peparnas dinyatakan positif menggunakan doping. Medali yang diraih para atlet tersebut akan dicabut dan bonus tidak dibayarkan.

    Dari 12 atlet PON tersebut, delapan atlet berasal dari cabang olahraga binaraga, satu atlet berkuda, satu atlet angkat berat, dan dua atlet cabang menembak. Untuk Peparnas, atlet yang positif doping adalah satu atlet atletik dan satu atlet tenis meja.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.