Coco Vandeweghe Terus Membuat Kejutan di Australia Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis putri asal Amerika Serikat, Coco Vandeweghe bergembira usai kalahkan petenis asal Kanada Eugenie Bouchard, dalam putaran ketiga tunggal putri, Turnamen Tenis Australia Terbuka di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 20 Januari 2017. AP Photo

    Petenis putri asal Amerika Serikat, Coco Vandeweghe bergembira usai kalahkan petenis asal Kanada Eugenie Bouchard, dalam putaran ketiga tunggal putri, Turnamen Tenis Australia Terbuka di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 20 Januari 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis Coco Vandeweghe menembus semifinal turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya setelah tampil dominan membabat juara Prancis Terbuka Garbine Muguruza 6-4, 6-0 pada Australia Terbuka di Melbourne, Selasa.

    Petenis Amerika Serikat berusia 25 tahun, yang juga tampil meyakinkan ketika menumbangkan petenis nomor satu dunia Angelique Kerber pada putaran sebelumnya, mengendalikan permainan sejak dari game ketujuh set pertama saat dia meraih break pertamanya.

    Baca: Formula 1 Diakuisisi Liberty, Bernie Ecclestone Diganti

    Memerlukan 56 menit untuk menyelesaikan set pertama, Vandeweghe melaju pada set kedua saat dia memasukkan pukulan bola mematikan dari kedua sisi lapangan dan tidak memberi kesempatan Muguruza untuk mencuri angka dari servisnya hingga pertandingan berakhir.

    Vandeweghe, yang penampilan terbaik sebelumnya pada turnamen Grand Slam adalah mencapai perempat final di Wimbledon pada 2015, kini akan menghadapi petenis senegaranya Venus Williams pada semifinal yang akan dimainkan pada Kamis mendatang, demikian Reuters.

    Baca: Venus Jadi Pemain Tertua yang Lolos Semifinal Australia Open

    Vandeweghe dikenal sebagai petenis agresif dan temperamental yang sering melemparkan raket dan marah-marah di lapangan. Hal ini terjadi pula saat ia tampil pada putaran kedua melawan Pauline Parmentier. Dia membanting raketnya sampai tiga kali.

    Saat menghadapi Eugenie Bouchard di babak ketiga, petenis Amerika itu bisa sedikit menahan emosinya. Meski sempat melempar raketnya sekali, dia tidak menghancurkannya. "Dalam pikiran saya, perlu mendapatkan kemenangan untuk mencapai apa yang ingin dicapai tahun ini dan juga di turnamen ini," kata petenis peringkat 35 dunia itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.