Kandaskan Nadal, Federer Juara Australia Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Swiss, Roger Federer usai mengalahkan Grigor Dimitrov dengan 6-4 3-6 6-1 6-4  pada pertandingan Australia Terbuka di Melbourne, Australia, 22 Januari 2016. AP/Aaron Favila

    Petenis asal Swiss, Roger Federer usai mengalahkan Grigor Dimitrov dengan 6-4 3-6 6-1 6-4 pada pertandingan Australia Terbuka di Melbourne, Australia, 22 Januari 2016. AP/Aaron Favila

    TEMPO.CO, Jakarta - Roger Federer, 35 tahun, menjadi petenis tertua yang memenangi gelar tunggal turnamen Grand Slam dalam 45 tahun terakhir. Petenis asal Swiss ini merajai Australia Terbuka dengan mengalahkan rival lamanya, Rafael Nadal, dalam final di Melbourne Park, Ahad malam, 29 Januari 2016, yang berakhir dengan skor 6-4, 3-6, 6-1, 3-6, 6-3.

    Gelar itu sekaligus merupakan gelar kelima kali yang ia raih dalam Australia Terbuka. Itu juga menjadi gelar Grand Slam-nya yang ke-18 dalam kariernya dan yang pertama sejak menjuarai Wimbledon pada 2012. 

    Kemenangan ini pun menjadi kejutan karena ia tiba di Melbourne setelah absen lebih dari enam bulan karena cedera lutut. Apalagi, dalam langkahnya ke final, ia juga mengalahkan tiga pemain 10 besar lain, yakni Tomas Berdych, Kei Nishikori, dan Stanislas Wawrinka.

    "Saya sudah tampil di sini selama hampir 20 tahun," kata Federer. "Saya selalu menikmati ini, begitu juga dengan keluarga saya."

    Dengan usianya, ia pun tak yakin bisa kembali meraih hasil sama tahun depan. "Terima kasih lagi untuk semua," kata dia. "Saya berharap melihat Anda tahun depan. Jika tidak, ini adalah hari indah di sini dan saya tidak bisa lebih senang untuk menang malam ini."

    Federer menjadi orang pertama dalam sejarah yang memenangkan lima atau lebih gelar di tiga Grand Slam berbeda, yakni lima gelar Australia Terbuka, lima Amerika Serikat Terbuka, tujuh Wimbledon.

    Bagi Nadal, 30 tahun, kekalahan itu membuat ia tetap menyamai catatan Pete Sampras dengan 14 gelar Grand Slam. Meski begitu, keberhasilan lolos ke final, yang pertama sejak 2014, terbilang luar biasa mengingat ini adalah turnamen pertamanya sejak Wimbledon Juli lalu. Ia sama sekali absen pada paruh kedua musim lalu untuk pemulihan cedera lutut.

    BBC | NS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.