Trauma, Marquez Ogah Sembarangan Makan di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marc Marquez dan Dani Pedrosa. redbull.com

    Marc Marquez dan Dani Pedrosa. redbull.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap MotoGP dari tim Repsol Honda, Marc Marquez, kembali menyambangi Indonesia sejak Kamis, 2 Februari 2017. Selama di Jakarta, Marquez ditemani rekan setimnya Dani Pedrosa.

    Sejumlah kegiatan langsung memenuhi agenda kedua pembalap asal Spanyol itu. Keduanya diajak PT Astra Honda Motor mampir ke pabrik sepeda motor Honda di Karawang, Kamis siang. Malam harinya, Marquez dan Pedrosa menggelar makan malam bersama wartawan.

    Soal makan, Marquez mengaku kali ini tak berani mencoba-coba makanan khas Indonesia. Juara dunia MotoGP 2016 itu mengaku sedang hati-hati menjaga kesehatan.

    Sebab, ia pernah punya pengalaman tak menyenangkan pada tahun lalu, setelah berkunjung ke Indonesia. Kala itu, Marquez sakit perut saat hendak menjalani tes di sirkuit Sepang, Malaysia.

    Baca: Ikut Makan Malam Bareng Marquez & Podrosa, Begini Suasananya

    "Walhasil tak ada makanan khusus yang akan saya cicipi saat ini," kata Marquez.

    Meski begitu, dia membantah dianggap terlalu kaku mengatur menu makanan. Dia hanya mengaku lebih hati-hati. "Bukan ketat, bahkan sebenarnya saya suka makanan pedas, seperti (makanan) Indonesia," kata dia.

    Kehati-hatian Marquez bukan tanpa sebab. Dia dan Pedrosa masih punya kegiatan panjang, termasuk persiapan balapan musim 2017 yang akan dimulai Maret mendatang.

    Bahkan, pada 15-17 Februari nanti, mereka dan seluruh pembalap MotoGP akan menjalani tes di sirkuit Phillips Iskandar, Australia. Marquez dan Pedrosa pasti ingin tampil prima mengetes kemampuan kuda pacu mereka musim ini.

    Sayangnya, Marquez tak mau berkomentar tentang persiapan tes pramusim di Australia. "Saya belum bisa bicarakan itu sekarang," kata dia.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.