Sungai Asahan Jadi Tuan Rumah Arung Jeram Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta arum jeram asal Rusia memacu perahunya saat mengikuti kejuaraan arum jeram internasional 2015 di Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa Barat, 1 Desember 2015. Kegiatan tersebut digelar untuk memajukan olahraga arung jeram dan pariwisata di Indonesia. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Peserta arum jeram asal Rusia memacu perahunya saat mengikuti kejuaraan arum jeram internasional 2015 di Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa Barat, 1 Desember 2015. Kegiatan tersebut digelar untuk memajukan olahraga arung jeram dan pariwisata di Indonesia. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sumatera Utara akan kembali menggelar kejuaraan arung jeram bertaraf internasional di Sungai Asahan, setelah vakum lebih dari sepuluh tahun.

    "Rencananya kami gelar pada Agustus bekerja sama dengan FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia) Sumut dengan tema World Championship Arung Jeram 2017 memperebutkan Piala Gubernur Sumut Erry Nuradi," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara Baharuddin Siagian di Medan, Kamis.

    Kejuaraan itu dilaksanakan semata-mata untuk mengenalkan kembali kondisi alam di Kabupaten Toba Samosir serta Asahan kepada daerah luar agar lebih dikenal.

    Apalagi sejak 2009, FAJI Sumut tidak melaksanakan kejuaraan berlabel internasional.

    Dengan kejuaraan tersebut masyarakat diharapkan lebih peduli dalam melindungi dan memelihara keaslian kawasan wisata di sekitar alur sungai Asahan yang dijadikan lokasi kejuaraan.

    "Event ini untuk merangsang wisatawan lokal maupun asing datang ke Toba Samosir dan Asahan," katanya.

    Kejuaraan tersebut diharapkan bisa menghadirkan para rafter terbaik dari sejumlah negara di dunia sehingga kejuaraan itu lebih bergengsi.

    Jika event tersebut berlangsung sukses, Pemprov Sumut berjanji kejuaraan tersebut akan ditetapkan sebagai kalender tetap Sumut.

    Apalagi kejuaraan arung jeram berkaitan dengan program pemerintah pusat maupun daerah untuk menjadikan danau toba sebagai kawasan destinasi wisata.

    "Ada tiga hal penting yang jadi pemikiran Pemprovsu. Selain ajang bergengsi dan merangsang masyarakat lebih peduli terhadap kawasan wisata, ini sekaligus ajang bagi FAJI Sumut untuk mengukir prestasi terbaik di tingkat dunia," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.