Menpora Minta Pemuda Tak Sia-Siakan Hak Pilihnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersiap menyampaikan keterangan terkait pencabutan pembekuan PSSI di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Selatan, 11 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersiap menyampaikan keterangan terkait pencabutan pembekuan PSSI di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Selatan, 11 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta pemuda dan atlet yang sudah memenuhi persyaratan untuk menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    "Partisipasi dalam pilkada adalah bentuk kepedulian anak muda dalam proses politik. Saya mengajak anak-anak muda untuk menyalurkan hak politiknya untuk memilih dan menentukan masa depan bangsa. Jangan apatis dengan politik," kata Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa.

    Sesuai dengan data yang ada, pilkada akan dilakukan secara serentak, Rabu (15/2) yang terdiri dari tujuh provinsi, 76 kabupaten dan 18 kotamadya. Untuk mensukseskan pilkada baik provinsi maupun kota/kabupaten, pemerintah pusat bahkan menetapkan hari libur nasional.

    Menpora menjelaskan, pemuda (usia 17-30 tahun) yang didalamnya juga terdapat atlet jumlahnya cukup tinggi atau mencapai sekitar 30 persen dari total jumlah pemilih. Jumlah tersebut cukup signifikan dan dipastikan berpengaruh dalam menentukan hasil pemilu.

    "Pilkada adalah agenda politik bersama dari bangsa Indonesia. Tugas kita adalah berpartisipasi menyukseskan pilkada serentak 2017 agara Insya Allah dapat menghasilkan kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu.

    Orang nomor satu di Kemenpora itu berharap pilkada serentak ini berjalan dengan sukses, damai dan tidak anarkis. Peran pemuda sangat ditunggu-tunggu karena pilkada merupakan momentum transisi politik yang digelar secara konstitusional.

    Meski pemerintah melalui Kemenpora memberi himbauan, ternyata ada beberapa atlet yang dipastikan tidak bisa menyalurkan hak pilihnya. Seperti yang terjadi pada pemain tim Persija Jakarta yang saat ini masih menjalani pertandingan Piala Presiden 2017 di Malang.

    "Sepertinya pilkada kali ini lewat karena waktunya mepet dengan pertandingan. Yang terpenting, pilkada besok semuanya berjalan dengan aman dan tertib," kata salah satu pemain Persija asal Jakarta, Amarzukih saat dikonfirmasi.

    Sesuai dengan rencana, Persija bakal menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (16/2). Jika meraih kemenangan, tim yang berjuluk Macan Kemayoran ini mampu membuat kejutan dengan mampu lolos ke babak kedua meski persiapan yang dilakukan mepet.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.