Kerber Butuh 2 Kemenangan Lagi untuk Menjadi Petenis Nomor 1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Jerman Angelique Kerber, setelah berhasil mengalahkan lawannya Lesia Tsurenko pada pertandingan babak pertama  Australian Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 16 Januari 2017. REUTERS/Thomas Peter

    Petenis Jerman Angelique Kerber, setelah berhasil mengalahkan lawannya Lesia Tsurenko pada pertandingan babak pertama Australian Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 16 Januari 2017. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis Jerman yang jadi unggulan utama, Angelique Kerber, melaju ke babak semifinal turnamen tenis di Dubai, Kamis. Sedangkan Caroline Wozniacki mencapai semifinal keenamnya dengan menghentikan kejutan Catherine "CiCi" Bellis.

    Kerber melaju dengan mengalahkan Ana Konjuh dari Kroasia dengan skor 6-3, 6-2. Hasil ini sekaligus menjaga peluang dia untuk kembali menjadi petenis nomor satu dunia, menggeser Serena Williams.

    Kerber butuh gelar juara di turnamen ini untuk kembali ke peringkat teratas dunia. Artinya dia butuh dua kemenangan lagi untuk meraihnya. Di semifinal, ia akan menghadapi petenis Ukraina unggulan ketujuh, Elina Svitolina.

    Baca: Djokovic Bersitegang dengan Istri di Facebook Live  

    Kerber mengatakan, langkahnya menuju ke semifinal tak mudah. "Jadi saya akan hanya mencoba untuk mengambil hal-hal positif dari pertandingan hari ini," kata dia. "Saya akan berbicara dengan pelatih dan kembali bermain besok untuk mengambil tantangan baru."

    Sementara itu, Wozniacki, yang memenangi gelar Dubai pada tahun 2011, melaju ke semifinal dengan mengalahkan Catherine "Cici" Bellis 6-3, 6-2. Wozniacki mencapai final di Doha, akhir pekan lalu, tapi akhirnya kalah oleh Karolina Pliskova.

    Wozniacki sekaligus mengakhiri langkah mengejutkan, Bellis, pemain termuda dalam undian di 17, yang di babak sebelumnya mampu menyingkrikan petenis keenam Agnieszka Radwanska dari Polandia.

    WTA | REUTERS | NURDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.