Digelar di Indonesia, Asian Games 2018 Didukung 11 Sponsor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembangunan equistrian Pulomas sebagai fasilitas infrastruktur pendukung pelaksanaan Asian Games 2018, Jakarta, 1 Februari 2017. TEMPO/Frannoto

    Proyek pembangunan equistrian Pulomas sebagai fasilitas infrastruktur pendukung pelaksanaan Asian Games 2018, Jakarta, 1 Februari 2017. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Pelaksana Nasional Asian Games 2018 atau INASGOG mengklaim ada 11 sponsor besar yang sudah bekerja sama dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan selanjutnya akan mendukung pelaksanaan kejuaraan empat tahunan itu di Jakarta-Palembang.

    "Ada perusahaan dari Korea, ada juga perusahaan kemasan. Bermacam-macam. INASGOG juga diberi kewenangan mencari sponsor sendiri, tapi harus tetap dilaporkan ke OCA," kata Wakil Presiden INASGOG Muddai Madang di sela pelantikan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat.

    Menurut dia, sponsor yang sudah menjalin kerja sama dengan OCA, yang nanti akan mendukung Asian Games 2018, merupakan perusahaan asing. Namun demikian, Indonesia selaku tuan rumah juga akan berusaha keras mendapatkan sponsor.

    "Nanti, keuntungan dari sponsor akan dibagi dua, termasuk sponsor yang didapat INASGOG. Yang jelas, 11 perusahaan ini tidak tanda tangan kontrak," kata mantan Ketua KONI Sumatera Selatan itu.

    Pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang memang sudah tidak lama lagi. Karena itu, promosi kejuaraan multi-event terbesar di Asia ini bakal digalakkan. Hanya saja, untuk menggencarkan promosi ini masih menunggu peraturan presiden (perpres).

    "Semua ada acuannya dan basiknya adalah di perpres. Kita menjaga jangan sampai ada kekeliruan," kata pria yang juga seorang pengusaha itu.

    Muddai menjelaskan, dana untuk INASGOG sebesar Rp 500 miliar sebenarnya sudah siap. Hanya saja, dana tersebut belum bisa digunakan karena menunggu satuan kerja dan perpres. Adapun perpres salah satunya berfungsi melakukan penunjukan langsung perusahaan yang sudah ditetapkan OCA.

    Sedangkan Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menjelaskan, perpres bakal turun bulan ini. Lambannya penerbitan perpres diakui cukup mengganggu gerak tim pemasaran, termasuk menghias beberapa tempat strategis, seperti di kawasan Senayan, Semanggi, dan pesawat Garuda Indonesia.

    "Kami berharap perpres turun pada Maret. Dengan perpres itu, kami bisa menjadi satuan kerja yang punya otonomi keuangan terpisah dari Kemenpora. Jika sudah turun, kampanye akan kami lakukan pada April," kata mantan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu.

    Menurut dia, dana pemasaran Asian Games 2018 ada dua, yaitu dari dana pemasaran yang telah disetorkan ke OCA sebesar 10 juta dolar Amerika Serikat dan dana internal INASGOG.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.