Tim Putri Mutiara Cardinal Bandung Juara Superliga Badminton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Hanna Ramadhini. Foto: Humas PP PBSI

    Pebulutangkis Hanna Ramadhini. Foto: Humas PP PBSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri-putri Mutiara Cardinal Bandung tampil luar biasa. Menanggalkan seratus persen pemain lokal, tim badminton ini mampu menjadi juara di Djarum Superliga 2017. Tim yang dimotori Hanna Ramadini ini meraih kemenangan sempurna 3-0 atas Berkat Abadi di final yang berlangsung di Surabaya, Sabtu.

    Prestasi ini juga sekaligus menjadi sejarah baru. Bagi Mutiara, ini adalah prestasi tertinggi mereka sepanjang mengikuti ajang superliga dalam 10 tahun terakhir. Sebelumnya, tim putri Mutiara selalu terhenti di semifinal.  Mutiara juga merupakan tim pertama yang berhasil menjadi juara superliga tanpa diperkuat pemain asing sama sekali. 

    “Hasil ini sangat tidak terduga, sama sekali nggak menduga bisa menang 3-0, bisa dibilang menang mudah, diluar dugaan. Awalnya kami pikir skornya akan 3-2, jadi kami main lepas saja,” ujar Umar Djaidi, Manajer Tim Mutiara Cardinal Bandung.

    “Sekarang pemain Mutiara yang di pelatnas sudah mulai ada peningkatan, rangkingnya sudah merangkak naik,” kata Umar saat ditanya perkembangan timnya dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Kemenangan ini adalah momen yang baik untuk pembinaan, kami jadi lebih semangat lagi,” sambungnya.

    Angka pertama disumbangkan Hanna lewat kemenangan atas Zhang Beiwen, 21-15, 21-10. Sebuah fakta unik ada di duel kedua pemain ini. Zhang mengalami cedera dan sempat ingin mundur di pertandingan tersebut. Akan tetapi, Hanna sebetulnya juga tengah cedera.

    “Sebetulnya kalau boleh jujur, kami hampir tidak menurunkan Hanna karena kemarin kakinya keselo. Semalam kami sudah memutuskan, tetapi tadi pagi pelatihnya mengatakan kalau Hanna siap turun,” kata Umar.

    Di laga kedua, Mutiara menurunkan pasangan Tiara Rosalia Nuraidah/Yulfira Barkah. Ini berbeda dengan kombinasi ganda di semifinal, dimana Yulfira turun sebagai ganda kedua bersama Suci Rizki Andini.

    “Rolling pemain di ganda putri adalah hal yang biasa di Mutiara, saya juga melihat kalau penampilan Yulfira makin kesini makin baik, jadi kami putuskan untuk menurunkan pasangan ini,” kata Umar.

    Di partai terakhir, Gregoria Mariska berhasil menjadi penentu kemenangan tim Mutiara lewat permainan cantiknya yang mampu menghentikan Yip Pui Yin, pemain asal Hong Kong yang membela klub Berkat Abadi.

    Sementara itu, tim Hokuto Bank menduduki posisi ketiga, usai mengalahkan Tjakrindo Masters dengan skor 3-2.

    Berikut hasil lengkap pertandingan babak final beregu putri Djarum Superliga 2017 antara Mutiara Cardinal Bandung vs Berkat Abadi (3-0) :

    Hanna Ramadini vs Zhang Beiwen 21-15, 21-10.

    Tiara Rosalia Nuraidah/Yulfira Barkah vs Rizki Amelia/Greysia Polii 21-15, 21-14.

    Gregoria Mariska Tunjung vs Yip Pui Yin 21-18, 21-18

    Suci Rizki Andini/Maretha Dea Giovani vs Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris tidak dimainkan.

    Hera Wenifanetri vs Hera Desi Ana Rachmawati tidak dimainkan.

    BADMINTON INDONESIA | NS

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPnBM Nol Persen, Cara Mudah Hitung Harga Mobil Baru Honda Brio

    Harga baru berlaku setelah penerapan PPnBM Nol Persen mulai Senin, 1 Maret 2021. Diskon terhadap PPnBM ini berlaku pula untuk Honda Brio.