Rinov dan Angelica Bidik Trofi di Kejuaraan Junior Belanda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Angelica Wiratama saat tampil di Dutch Open 2017. (Humas PP PBSI)

    Pasangan ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Angelica Wiratama saat tampil di Dutch Open 2017. (Humas PP PBSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda campuran muda Indonesia, Rinov Rivaldy dan Angelica Wiratama, mengincar gelar juara di ajang Dutch Junior Open 2017 yang kini tengah berlangsung di Haarlem, Belanda. Pasangan yang dijagokan sebagai unggulan pertama ini memang menjadi salah satu andalan Indonesia untuk memboyong gelar.

    Dalam laga pertama yang berlangsung hari ini, Kamis, 2 Maret 2017, Rinov/Angelica berhasil mengalahkan Jona Van Nieuwkerke/Joke De Langhe dari Belgia, dengan dua game langsung, 21-8, 21-15.

    “Karena ini baru babak pertama, kami lebih banyak bermain aman, mencoba untuk bermain sampai merasa enak. Namun, juga bermain dengan lebih semangat, tidak mau kalah atas lawan, ” kata Angelica saat dihubungi Badmintonindonesia.org dari Jakarta.

    Rinov/Angelica mengatakan tak mau dibebani dengan status unggulan pertama. Bagaimanapun, mereka tetap berusaha untuk memenuhi target gelar juara yang ditetapkan oleh pelatih. "Saya dan Rinov baru berpasangan. Ini adalah turnamen pertama kami, jadi minimal kami bisa menembus semifinal dulu,” tutur Angelica.

    Rinov/Angelica bakal mewaspadai pasangan asal Jepang, Korea, Malaysia serta Denmark dalam turnamen ini.

    Selain Rinov/Angelica, Indonesia juga mengirim pasangan Yeremia Rambitan/Serena Kani dan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Di ganda putri, Serena juga turun berpasangan dengan Jauza Fadhila Sugiarto, sedangkan Fadia bersama Agatha Imanuela. Sementara, di sektor tunggal putri ada Aurum Oktavia Winata dan Choirunnisa, serta pemain tunggal putra Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu.

    PP PBSI | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.