Presiden Putin Akui Pengawasan Doping di Rusia Tak Beres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meski meldonium awalnya dipakai untuk mengobati gangguan jantung, tetapi dalam suatu penelitian pada hewan diketahui bahwa obat ini mempunyai efek antidiabetes pada metabolisme tikus. Akibatnya, World Anti-Doping Agency (WADA) mengelompokkan obat ini sebagai metabolik modulator. Dan obat ini masuk dalam kategori terlarang seperti insulin yang juga bisa dipakai untuk meningkatkan performa atlet. REUTERS

    Meski meldonium awalnya dipakai untuk mengobati gangguan jantung, tetapi dalam suatu penelitian pada hewan diketahui bahwa obat ini mempunyai efek antidiabetes pada metabolisme tikus. Akibatnya, World Anti-Doping Agency (WADA) mengelompokkan obat ini sebagai metabolik modulator. Dan obat ini masuk dalam kategori terlarang seperti insulin yang juga bisa dipakai untuk meningkatkan performa atlet. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Antidoping Dunia (WADA) menyambut baik pengakuan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa sistem pengawasan doping di negaranya tidak berjalan dengan semestinya dan perlu ada perubahan.

    WADA akhir tahun lalu mengumumkan hasil investigasi Richard McLaren atas penanganan doping di Rusia, yang menyimpulkan bahwa ada pelanggaran doping yang didukung oleh negara tersebut selama periode lima tahun.

    Putin hari Rabu lalu membantah temuan McLaren soal keterlibatan negara dalam doping. Namun ia mengakui bahwa ada kasus-kasus individual yang mengindikasikan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem doping di negaranya.

    "WADA mendukung sinyal dari kalangan pejabat tertinggi di Rusia," kata Ketua WADA Craig Reedie dalam sebuah pernyataan. "Sejak November 2015, WADA, badan doping Inggris dan lainnya telah bekerja keras mendukung upaya Rusia membangun kembali sistem antidoping yang dapat dipercaya," katanya.

    WADA akhir 2015 lalu dalam laporannya menyebut kekhawatirannya soal doping di Rusia, dan Rusia telah mendapat sanksi larangan ikut kompetisi.

    Sejumlah organisasi antidoping nasional juga menyerukan larangan total terhadap olahraga negara tersebut.

    Direktur Umum WADA Olivier Niggli menambahkan bahwa ia berharap pernyataan Putin itu akan membuat badan antidoping Rusia (RUSADA) untuk mematuhi kode etik WADA.

    "RUSADA harus menunjukkan bahwa mereka bekerja secara independen dan bebas dari intervensi luar untuk melindungi para atlet yang bersih, di Rusia maupun di luar negeri," kata Niggli. Demikian laporan Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.