Sharapova Dapat Wild Card, Petenis Lain Bereaksi Keras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis cantik, Maria Sharapova melihat saat diperkenalkannya mobil New Porsche Panamera 2017 dalam Los Angeles Auto Show di Los Angeles, 16 November 2016. REUTERS

    Petenis cantik, Maria Sharapova melihat saat diperkenalkannya mobil New Porsche Panamera 2017 dalam Los Angeles Auto Show di Los Angeles, 16 November 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan panitia Grand Slam Prancis Terbuka, 22 Mei-11 Juni, untuk memberikan wild card kepada Maria Sharapova mengundang reaksi dari banyak pemain. Mereka menilai pemberian wild card itu tak akan menjadi contoh yang baik karena Sharapova sudah terbukti curang dengan melakukan doping.

    Hukuman 15 bulan Sharapova akan berakhir 26 April 2017. Beberapa pemain menilai pemain Rusia itu harus bekerja keras sendiri untuk bisa memiliki ranking yang cukup untuk tampil di turnamen besar dan bukan dengan diberi cara mudah.

    "Ini menyangkut dua masalah yang berbeda, soal moral dan bisnis. Bila cuma turnamen kecil, mungkin ada manfaatnya mendatangkan Maria, saya tak keberatan mereka memberinya wild card. Tapi turnamen Grand Slam itu berbeda karena standarnya lebih tinggi dan perhatiannya juga lebih besar," kata mantan pemain nomor satu dunia Andy Roddick kepada ESPN.

    Perlakuan terhadap Sharapova dianggap terlalu berlebihan. Para pemain lain yang pernah terjerat kasus doping harus bekerja keras untuk membangun kembali kariernya dan mencapai ranking yang cukup untuk tampil di turnamen yang cukup besar, terlepas dari Sharapova pernah menjadi nomor satu dunia dan menjuarai lima seri Grand Slam.

    "Saya kira kita harus bekerja keras untuk bisa kembali berkiprah," ujar pemain putra nomor satu dunia Andy Murray.

    Sementara itu, pemain kontroversial Australia, Nick Kyrgios, berkomentar, "Saya anti segalanya yang berhubungan dengan cara ilegal meningkatkan performa, benar-benar menentangnya. Saya tidak bilang boleh atau tidak si curang itu mendapat kemudahan, tapi sungguh tak masuk akal memberi dukungan pada orang yang telah curang."

    Sebelum Prancis Terbuka, Sharapova sudah diberi wild card untuk tampil di dua seri Master di Madrid, Spanyol, dan Roma, Italia. Meski berkesempatan tampil di dua turnamen besar itu, ranking Sharapova yang tidak aktif selama setahun ini tetap tidak mencukupi untuk tampil di seri Grand Slam, yang untuk tampil langsung di babak utama ranking si pemain setidaknya di angka 100. Presiden federasi tenis Prancis (FFT), Bernard Giudicelli, mengaku pemberian wild card ini memang menjadi dilema.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.