Masih Terancam Hukuman, Tyson Fury Siap Naik Ring Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyson Fury meluapkan kegembiraanya setelah menjadi juara tinju kelas berat usai mengalahkan lawannya  Wladimir Klitscho di Esprit Arena, Dusseldorf, 28 November 2015. Juri memberikan angka kemenangan mutlak kepada Fury, yaitu 115-112, 115-112, dan 116-111. Hasil ini menobatkan Fury sebagai juara dunia baru tinju kelas berat. Action Images via Reuters / Lee Smith

    Tyson Fury meluapkan kegembiraanya setelah menjadi juara tinju kelas berat usai mengalahkan lawannya Wladimir Klitscho di Esprit Arena, Dusseldorf, 28 November 2015. Juri memberikan angka kemenangan mutlak kepada Fury, yaitu 115-112, 115-112, dan 116-111. Hasil ini menobatkan Fury sebagai juara dunia baru tinju kelas berat. Action Images via Reuters / Lee Smith

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas juara dunia kelas berat, Tyson Fury, menyatakan naik ring tinju lagi melawan musuh yang belum disebutkan namanya Mei nanti, meskipun dia sedang di bawah ancaman hukuman dari dunia olah raga.

    "Berita hangat, kembalinya MAC pada 13 Mei, berita selebihnya bisa diikuti," cuit Fury, Senin waktu setempat.

    Petinju berusia 28 tahun itu sudah tidak lagi naik ring sejak mengalahkan petinju Ukraina Wladimir Klitschko untuk menjadi juara dunia pada November 2015, dan sempat menarik diri dari dua kali pertandingan.

    Tahun lalu sabuk WBO dan WBA dia lowong, dan menyatakan sedang mencari bantuan medis, setelah menceritakan kepada majalah Rolling Stone bahwa dirinya telah menggunakan kokain untuk mengatasu depresi.

    Lisensi Fury akhirnya ditahan menyusul investigasi badan pengendali tinju Inggris.

    Fury juga dituduh melanggar aturan oleh badan anti doping UK setelah sampel urin Februari 2015 menunjukkan dia mengkonsumsi obat perangsang nandrolone, namun dia menyangkal dan menyatakan tidak bersalah, demikian Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.