Kejar Tiket Olimpiade 2020, Indonesia Kirim Atlet Karate ke Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karateka Sumatera Utara (biru) menghindari pukulan dari Karateka Sulsel (merah) pada kelas Kumite Beregu Putri partai terakhir cabang olahraga karate PON XIX di Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat, 21 September 2016. Pada partai tersebut Sumatera Utara berhasil meraih medali emas mengalahkan Sulawesi Selatan dengan skor 2-1. TEMPO/Iqbal Lubis

    Karateka Sumatera Utara (biru) menghindari pukulan dari Karateka Sulsel (merah) pada kelas Kumite Beregu Putri partai terakhir cabang olahraga karate PON XIX di Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat, 21 September 2016. Pada partai tersebut Sumatera Utara berhasil meraih medali emas mengalahkan Sulawesi Selatan dengan skor 2-1. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia akan mengirimkan atlet-atlet pemusatan latihan untuk mengikuti kejuaraan karate internasional di Benua Eropa agar memenuhi kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

    "Kami ingin mengirim sebanyak mungkin atlet-atlet ke kejuaraan karate di luar negeri, baik Eropa maupun Asia," kata Wakil Sekretaris Jenderal PB Forki. M. Ellrick. di sela-sela pembukaan Kejuaraan Nasional Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) 2017 di Jakarta, Selasa.

    PB FORKI, lanjut Ellrick, berharap atlet-atlet karate nasional dapat menempati peringkat atas dunia, baik pada nomor kumite maupun nomor kata.

    "Kami optimistis karena terdapat sejumlah atlet yang telah menjuarai Kejuaraan Dunia Karate pada 2016 maupun Kejuaraan Asia 2016," kata Ellrick.

    Kejuaraan-kejuaraan yang akan menjadi ajang uji coba atlet-atlet karate Merah-Putih di Eropa dan Asia antara lain Liga Karate Seri A dan Liga Karate Premier serta kejuaraan dunia tingkat junior, kadet, U21, dan senior.

    Ellrick mengatakan atlet-atlet yang masuk dalam pelatnas Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) serta pelatnas FORKI berlatih di Ciloto Cianjur, Jawa Barat dan Jakarta.

    "Kami juga akan menggelar Kejuaraan Karate Tingkat ASEAN di Semarang pada Mei. Kami mengundang perwakilan dari 10 negara ASEAN," kata Ellrick.

    Kejuaraan Inkai itu, lanjut Ellrick, sejalan dengan program FORKI untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional demi mengikuti Olimpiade Tokyo 2020.

    "Semua atlet karate Indonesia dari berbagai perguruan yang meraih juara dalam Piala Mendagri akan masuk dalam pembinaan PB FORKI," kata Ellrick yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PB FORKI.

    Ellrick mengatakan atlet-atlet karate nasional, baik dari Inkai maupun perguruan lain, yang telah menjuarai berbagai kejuaraan internasional tingkat ASEAN, Asia, maupun dunia akan menjadi atlet-atlet pelapis di bawah pembinaan FORKI.

    "Mereka sebagai regenerasi atlet-atlet senior di Forki. Atlet-atlet senior itu sedang kami persiapkan mengikuti Olimpiade," kata Ellrick.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.