Praveen / Debby Langsung Tersingkir di All England 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Praven Jordan (kiri)/Debby Susanto (kanan) berusaha mengembalikan kok ke arah lawannya Frans Kurniawan (bawah)/Kumala Dewi dalam pertandingan ganda campuran Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015 di Gedung Cakrawala, Malang, Jawa Timur, 4 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Pebulu tangkis Praven Jordan (kiri)/Debby Susanto (kanan) berusaha mengembalikan kok ke arah lawannya Frans Kurniawan (bawah)/Kumala Dewi dalam pertandingan ganda campuran Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015 di Gedung Cakrawala, Malang, Jawa Timur, 4 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan dan Debby Susanto, gagal mempertahankan gelar juara dalam turnamen All England 2017 setelah tumbang pada pertandingan putaran pertama yang berlangsung di Birmingham, Inggris, Rabu malam waktu setempat.

    "Kami terlambat untuk memulai strategi pada game pertama sehingga terus bermain tertekan sepanjang pertandingan," kata Jordan selepas bertanding seperti tercantum dalam situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis.

    Jordan/Debby kalah dalam tiga game 17-21, 21-19, 12-21 dari pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino selama 55 menit permainan.

    Meksipun Jordan/Debby yang menempati peringkat lima dunia lebih diunggulkan atas pasangan Negeri Sakura itu, Jordan mengaku penampilannya bersama Debby tidak maksimal untuk terus menekan permainan lawan.

    "Kami kalah agresif saat mengendalikan pukulan. Kami juga terbawa pola permainan lawan," kata Debby.

    Pasangan atlet asal klub bulu tangkis Djarum Kudus itu harus menerima kekecewaan tidak mampu mempertahankan gelar juara walau telah mempersiapkan turnamen tingkat super series premier tertua di dunia itu selama dua bulan.

    "Kami harus bermain lebih baik dalam turnamen Swiss Terbuka 2017 karena kami telah kehilangan banyak poin dalam All England," ujar Debby.

    Selain Jordan/Debby, tiga pasangan lain ganda campuran Indonesia juga tumbang pada laga pertama turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu.

    Mereka adalah Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, dan Hafidz Faisal/Shela Devi Aulia.

    Alfian/Annisa kalah dari pasangan unggulan lima Tiongkok Lu Kai/Huang Yaqiong 9-21, 17-21. Sedangkan Ronald/Melati takluk dari ganda senior Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 14-21, 5-21.

    Kemudian, Hafiz/Shela ditundukkan ganda lain Tiongkok Zhang Nan/Li Yinhui 16-21, 13-21.

    Satu-satunya pasangan campuran Indonesia yang melangkah ke putaran kedua All England adalah pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

    Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu melaju ke putaran kedua dengan menyingkirkan ganda Taiwan Wang Chi-Lin/Lee Chia-Hsin 21-8, 21-18 selama 25 menit permainan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?