Hadapi SEA Games 2017, Tim Senam Putra Dikirim ke Kejuaraan Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesenam artistik Indonesia Trisna Ramadhani beraksi pada nomor palang tunggal pada final All Around Senam Artistik Sea Games ke-28 di Singapura, 8 Juni 2015. ANTARA FOTO

    Pesenam artistik Indonesia Trisna Ramadhani beraksi pada nomor palang tunggal pada final All Around Senam Artistik Sea Games ke-28 di Singapura, 8 Juni 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Senam Indonesia (Persani) akan mengirim tim artistik putra ke Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Doha, Qatar, pada 22-25 Maret. Langkah itu menjadi bagian dari kejuaraan uji coba jelang SEA Games 2017 di Malaysia.

    "Tim artistik putra akan berangkat pada 19 Maret nanti dan berada di Doha hingga 26 Maret," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persani Dian Arifin, Rabu.

    Dian mengatakan tim artistik Persani akan langsung mengikuti pemusatan pelatihan di Doha selama satu bulan setelah mengikuti kejuaraan dunia.

    "Pemusatan pelatihan itu akan diikuti tujuh atlet artistik putra dan empat atlet artistik putri hingga 25 April," katanya.

    PB Persani, lanjut Dian, membiayai semua kegiatan keikutsertaan atlet Indonesia dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia 2017 serta pemusatan pelatihan di Doha itu menyusul teknis pengajuan dukungan anggaran dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang membutuhkan waktu 40 hari.

    "Kami mempersiapkan tim artistik putra, tim artistik putri, dan tim ritmik ke SEA Games 2017. Mereka berlatih di tiga daerah yaitu Jakarta, Jawa Timur, dan Riau," katanya.

    Dian mengatakan atlet-atlet pelatnas PB Persani yang telah menerima surat keputusan pelatnas dari Satlak Prima hingga Jumat (3/3) yaitu empat atlet artistik putra dan empat atlet artistik putri. Selain atlet, dua pelatih artistik putra dan dua pelatih artistik putri juga telah mendapatkan surat keputusan pelatnas dari Satlak Prima.

    "Kami memang punya target medali emas dalam SEA Games 2017 meskipun Satlak Prima tidak menargetkan medali emas bagi cabang olahraga senam," kata Dian.

    Namun, Dian belum memastikan nomor perlombaan yang potensial bagi Indonesia untuk meraih medali emas dalam Pesta Olahraga Asia Tenggara itu.

    "Kami berharap dapat segera mendapatkan dukungan sponsor agar program senam terus berjalan dan dapat berprestasi mengangkat nama Indonesia," ujarnya.

    Selain tim artistik, PB Persani juga akan mengirim atlet untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Ritmik di Tashkent, Uzbekistan, pada April.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.